a. Pengertian Web Server
Server web adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi
menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web
dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang
umumnya berbentuk dokumen HTML. Server web yang terkenal diantaranya
adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache merupakan server web antar-platform, sedangkan IIS hanya dapat beroperasi di sistem operasi Windows.
Server web juga dapat berarti komputer yang berfungsi seperti definisi di atas.
b. Apa itu Apache?
Server HTTP Apache atau Server Web/WWW Apache adalah server web yang
dapat dijalankan di banyak sistem operasi (Unix, BSD, Linux, Microsoft
Windows dan Novell Netware serta platform lainnya) yang berguna untuk
melayani dan memfungsikan situs web. Protokol yang digunakan untuk
melayani fasilitas web/www ini mengunakan HTTP.
Apache memiliki fitur-fitur canggih seperti pesan kesalahan yang
dapat dikonfigur, autentikasi berbasis basis data dan lain-lain. Apache
juga didukung oleh sejumlah antarmuka pengguna berbasis grafik (GUI)
yang memungkinkan penanganan server menjadi mudah.
Apache merupakan perangkat lunak sumber terbuka dikembangkan oleh
komunitas terbuka yang terdiri dari pengembang-pengembang dibawah
naungan Apache Software Foundation.
c. Bagaimana Apache ditemukan?
Pada awal mulanya, Apache merupakan perangkat lunak sumber terbuka
yang menjadi alternatif dari server web Netscape (sekarang dikenal
sebagai Sun Java System Web
Server). Sejak April 1996 Apache menjadi server web terpopuler di
internet. Pada Mei 1999, Apache digunakan di 57% dari semua web server
di dunia. Pada November 2005 persentase ini naik menjadi 71%. (sumber:
Netcraft Web Server Survey, November 2005).
Asal mula nama Apache berasal ketika sebuah server web populer yang
dikembangkan pada awal 1995 yang bernama NCSA HTTPd 1.3 memiliki
sejumlah perubahan besar terhadap kode sumbernya (patch). Saking
banyaknya patch pada perangkat lunak tersebut sehingga disebut sebuah
server yang memiliki banyak patch (“a patchy” server). Tetapi pada
halaman FAQ situs web resminya, disebutkan bahwa “Apache” dipilih untuk
menghormati suku asli Indian Amerika Apache , yang dikenal karena
keahlian dan strategi perangnya. Versi 2 dari Apache ditulis dari awal
tanpa mengandung kode sumber dari NCSA.
d. Bagaimana Penggunaan Apache?
Apache adalah komponen server web dari paket perangkat lunak LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP/Perl/bahasa pemrograman Python).
e. Saingan Apache
Menurut statistik dari Netcraft, Apache merupakan server web yang paling banyak digunakan di dunia per 2005. Microsoft Internet Information Services (IIS) merupakan kompetitor utama Apache, diikuti oleh Sun Java Web Server dari Sun Microsystem.
Entri Populer
-
Cara Setting IP Address Static Pada Linux Ubuntu 10.10 cukup berbeda bila di bandingkan dengan cara setting ip address pad...
-
Proxy dapat dipahami sebagai pihak ketiga yang berdiri ditengah-tengah antara kedua pihak yang saling berhubungan dan berfung...
-
Berhubung ubuntu nya udah install-an tahun jebot, jadi ternyata mesti di cek dulu paket repository yg dipakai oleh ubuntunya. Ke...
-
Judul ini mungkin terasa jadul atau mudah untuk dilakukan dan mungkin sebagian orang sudah banyak yang tau dan...
-
Pada Seri jaringan linux Ubuntu kali ini kita akan membahas tentang: Sharing File dengan Samba pada Ubuntu Server 12.04. Tutoria...
-
Jika pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan bagaimana membangun sebuah layanan DHCPdengan Ubuntu Server . Maka anda perlu...
-
Instalasi sofware saat ini kebanyakan membutuhkan koneksi internet. Ubuntu juga tidak jauh berbeda, bahkan sejak pert...
-
Hi! sahabat blogger, disini saya ingin memuat salah satu artikel yang berupa pengalaman saya bagaimana cara untuk menginstall Virtual Ma...
-
Dasar-dasar untuk jaringan yang didasarkan pada * nix host adalah Transport Control Protocol / Internet Protocol (TCP ...
-
Gateway adalah server atau alat jaringan yang menjadi pintu gerbang jaringan lokal dengan jaringan luar (internet). Gateway sering ...
Kamis, 27 Februari 2014
Cara Menginstall Linux Ubuntu 10.10 di Virtual Box
Hi! sahabat blogger, disini saya ingin memuat salah satu artikel yang
berupa pengalaman saya bagaimana cara untuk menginstall Virtual Machine
dengan menggunakan aplikasi VirtualBox.
Aplikasi VirtualBox adalah aplikasi yang berbasis open source yang disediakan oleh oracle baik untuk system operasi windows, Mac Os, linux dan Solaris OS untuk menginstall virtual machine didalam machine atau system operasi yang sudah ada. Contoh kasus kita sudah mempunyai system operasi Windows Seven, karena kita ingin belajar untuk menggunakan system operasi lain seperti linux atau Mac Os maka kita ingin menginstall OS tersebut ke PC kita yang pada awalnya sudah mempunyai system operasi.
Untuk contoh kasus ini kita tidak usah menginstall OS tersebut dengan menyediakan partisi baru untuk membuat dual boot tetapi cukup kita membuat Virtual Machine di PC kita dengan cara menginstall program Virtual Box ke PC atau Laptop kita dan menginstall OS Virtual di Virtual Box.
Silahkan Klick disini untuk download Virtual Box 4.2.12
Langkah - langkah membuat Virtual Machine
Download software VirtualBox
- Install VirtualBox Click NextClick NextClick NextClick Next Untuk mengisntall virtual networking featureClick Install untuk melanjutkan proses penginstallanClick NextClick NextClick install untuk menginstallClick install
Click Finish Selanjutnya adalah langkah untuk menginstall OS ubuntu di Virtual Machine yang telah di install
Jalankan Virtualbox Seperti Gambar ini
- Click New maka akan muncul window Create New Virtual Mechine maka click Next.
Isi form Name dan di pilihan Operation System silahkan anda memilih linux Dan pili Version Ubuntu seperti gambar ini
Selanjutnya click next dan kita masuk ke tahap menentukkan besar memory yang anda perluh, standardnya 512 MB. Click Next.Di Tahap Virtual Hard Disk silahkan pilih Create New Hard Disk dan Next, dan Next lagi kita masuk ke tahap menentukkan besar virtual disk file location yang anda perluh, standardnya 8 Giga dan click Create maka akan muncul gambar sepertidari gambar diatas menunjukkan bahwa anda sudah berhasil menginstall Virtual Machine di dalam Machine atau OS anda. Maka langkah selanjutnya adalah menginstall OS ubuntu di Virtual machine kita. langsung saja.... hehehe=> Click Start=> Muncul Window Firts Run Winzard dan Click "Next"=> Click di icon Folder yang ada di bagian kanan dan pilih ISO ubuntu dan Click "Start" maka akan muncul tampilan
=> Tahap Install, pilih bahasa yang diinginkan dan pilih Try Ubuntu untuk menjalangkan ubuntu live dan Click Install Ubuntu untuk menginstall ubuntu ke system anda, disini anda haru click Install Ubuntu=> Click Forward=> Di Allocate Drive Space silahkan anda pilih "Specify Partition Manually" dan Click Forward=> Di Allocate Drive silahkan click "New Partition Table" maka muncul jendela kecil "Create New Empty partition" dan anda cukup pilih "Continue"
=>Pilih "Install Now" dan muncul tampilan
=> Isi data anda di tampilan selanjutnya dan jangan lupa password. dan click Forward.=> Tunggu sampai proses penginstallannya selesai maka system akan restart dan muncul tampilan seperti gambar di bawah....hehehehDari Gambar diatas menunjukkan anda sudah selesai menginstall Ubuntu 10.10 ke Virtual Machine anda... Semoga artikel ini bermanfaat bagi sahabat...
setting jaringan di ubuntu lewat terminal
Secara default sebagian besar pengguna mengkonfigurasi kartu jaringan mereka selama instalasi Ubuntu. Anda dapat Namun, gunakan perintah ifconfig pada prompt atau shell grafis Ubuntu alat konfigurasi jaringan, seperti jaringan-admin, untuk mengedit perangkat jaringan sistem informasi atau untuk menambah atau menghapus perangkat jaringan pada sistem anda
Konfigurasi Network Interface Menggunakan Command-Line
Anda dapat mengkonfigurasi antarmuka jaringan dari baris perintah dengan menggunakan utilitas jaringan. Anda mengkonfigurasi jaringan anda dengan host klien baris perintah dengan menggunakan perintah untuk mengubah pengaturan Anda saat ini atau dengan mengedit beberapa file sistem.
Konfigurasi DHCP alamat untuk kartu jaringan anda
Jika Anda ingin mengkonfigurasi alamat DHCP anda perlu mengedit / etc / network / interfaces dan Anda harus memasukkan baris berikut menggantikan eth0 dengan antarmuka jaringan anda kartu
sudo vi /etc/network/interfaces-------------------------------------------------------------------------------------------------------
# The primary network interface - use DHCP to find our addressKonfigurasi Static IP address untuk kartu jaringan anda
auto eth0
iface eth0 inet dhcp
Jika Anda ingin mengkonfigurasi alamat IP statis anda perlu mengedit / etc / network / interfaces dan Anda harus memasukkan baris berikut menggantikan eth0 dengan antarmuka jaringan anda kartu
sudo vi /etc/network/interfaces-------------------------------------------------------------------------------------------------------
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.3.90
gateway 192.168.3.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.3.0
broadcast 192.168.3.255
Setelah memasukkan semua detail yang Anda butuhkan untuk me-restart layanan jaringan dengan menggunakan perintah berikut
sudo /etc/init.d/networking restart
Menyiapkan Kedua alamat IP atau alamat IP Virtual di Ubuntu
if you are a server system administrator or normal user some time you need to assign a second ipaddress to your Ubuntu machine.For this you need to edit the /etc/network/interfaces file and you need to add the following syntax. Below one is the only example you need to change according to your ip address settings
sudo vi /etc/network/interfaces
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
auto eth0:1Anda harus memasukkan semua detail seperti alamat, netmask, network, broadcast dan gateway nilai-nilai setelah memasukkan semua nilai menyimpan file ini dan Anda harus me-restart layanan jaringan di debian dengan menggunakan perintah berikut untuk berlaku Ipaddress baru kami.
iface eth0:1 inet static
address 192.168.1.60
netmask 255.255.255.0
network x.x.x.x
broadcast x.x.x.x
gateway x.x.x.x
Setelah memasukkan semua detail yang Anda butuhkan untuk me-restart layanan jaringan dengan menggunakan perintah berikut
sudo /etc/init.d/networking restart
Mengatur hostname ubuntu stytemMengatur hostname anda atas instalasi ubuntu sangat mudah. Anda dapat langsung query, atau menetapkan, nama host dengan perintah hostname.
Sebagai pengguna Anda dapat melihat nama host Anda saat ini dengan
sudo /bin/hostname
Contohe
Untuk mengatur nama host anda dapat langsung menjadi root dan run..
sudo /bin/hostname newname
Ketika boot sistem anda akan secara otomatis membaca nama host dari file / etc / hostname
Setting up DNS
Ketika datang ke DNS setup Ubuntu tidak berbeda dari distro lain. Anda dapat menambahkan nama host dan alamat IP ke file / etc / hosts untuk pencarian statis.
Menyebabkan mesin anda untuk berkonsultasi dengan nama server tertentu untuk pencarian Anda cukup menambahkan alamat mereka ke / etc / resolv.conf.
Sebagai contoh suatu mesin yang harus melakukan lookup dari DNS server pada alamat IP 192.168.3.2 akan memiliki file resolv.conf tampak seperti ini
sudo vi /etc/resolv.confmasukkan rincian berikut
search test.com
nameserver 192.168.3.2
Setting Ubuntu Sebagai Gateway Router
Ip public (eth0):117.103.101.101 /24 Gateway public :117.103.101.1 IP local (eth1):192.168.55.1/24 Netmask:255.255.255.1 DNS:8.8.8.8, 8.8.4.4Langkah utama ada 4 yaitu :
- Seting IP di eth0 dan eth1
- seting IP Forwarding
- Setting NAT
- Testing di client
Seting /etc/network/interface
# Begin of /etc/network/interfaces # This file describes the network interfaces available on your system # and how to activate them. For more information, see interfaces(5). # The loopback network interface auto lo,eth0,eth1 iface lo inet static #seting IP public iface eth0 inet static address 117.103.101.101 network 117.103.101.0 netmask 255.255.255.0 broadcast 117.103.101.255 gateway 117.103.101.1 #setting IP LAN iface eth1 inet static address 192.168.55.1 network 192.168.55.0 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.44.255 gateway 192.168.55.1
Setting IP forwading
edit file /etc/sysctl.confnet.ipv4.ip_forward = 1
Setting NAT
#iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADESelanjutnya, restart jaringan
sudo service networking restart
Testing
Setting IP di salah satu client dengan konfigurasi berikut :ip:192.168.55.100 netmask:255.255.0 gateway:192.168.55.1 DNS:8.8.8.8Selanjutnya, Ping ke DNS Google 8.8.8.8.
Jika OK, yang terakhir cek DNS dengan cara
$ nslookup detik.com
Server: google-public-dns-a.google.com
Address: 8.8.8.8
Non-authoritative answer:
Name: detik.com
Addresses: 2402:a000:0:1::100
203.190.241.43
203.190.242.69
Jika ada jawaban dari DNS maka seting gateway sudah ok. Jika belum? tanya forum atau teman yang lebih tahu :).
Seting DHCP server di Linux
Sebagai contoh disini, kita akan membuat jaringan dengan range IP sebagai berikut :
range ip :192.168.55.101-110
netmask :255.255.255.0
gateway:192.168.55.1
DNS1:8.8.8.8
DNS2:8.8.4.4
Install
Paket DHCP server di ubuntu bernama isc-dhcp-server, cara installnyasudo apt-get install isc-dhcp-server
seting
edit file/etc/dhcp/dhcpd.confdefault-lease-time 600; max-lease-time 7200; option subnet-mask 255.255.255.0; option broadcast-address 192.168.55.255; option routers 192.168.55.1; option domain-name-servers 8.8.8.8, 8.8.4.4; option domain-name "yourdomainname.com"; subnet 192.168.55.0 netmask 255.255.255.0 { range 192.168.55.101 192.168.55.120; }
restart DHCP
sudo service isc-dhcp-server restart
Testing
Silahkan seting client linux atau windows di Network preference /network properties agar IP di setting DHCP (automatic). Di windows, cek dengan perintahipconfig untuk mengecek apakah komputer tersebut mendapat ip dari dhcp server. Pemakai Linux desktop bisa mengecek dengan perintah ifconfig .
Selasa, 25 Februari 2014
Membuat multi LAN atau banyak jaringan di Ubuntu
Judul ini mungkin terasa jadul atau mudah untuk dilakukan dan mungkin
sebagian orang sudah banyak yang tau dan dianggap tidak bermanfaat tapi
bagi yang belum tau mungkin bisa bermanfaat.
Awalnya karena seringnya Laptop ane keluar kota dan pasti setiap kota
tujuan memiliki jaringan yang berbeda yang dibangun melalui VPN (virtual
private network), sudah ngertilah ya sama vpn, kalau menurut ane
contohnya "sebuah perusahaan memiliki kantor cabang dalam kota maupun
luar kota. Agar antara pusat dan cabang dapat berkomunikasi satu
jaringan lokal dibagunlah vpn itu, pastinya setiap kantor cabang
memiliki konfigurasi (ip) yang beda tapi masih satu kelas ip." kalau
pengertian dari sumber lain kayak gini :
"VPN adalah singkatan dari virtual private network,
yaitu Sebuah cara aman untuk mengakses local area network yang berada
pada jangkauan, dengan menggunakan internet atau jaringan umum lainnya
untuk melakukan transmisi data paket secara pribadi, dengan enkripsi
Perlu penerapan teknologi tertentu agar walaupun menggunakan medium yang
umum, tetapi traffic (lalu lintas) antar remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site."
"VPN adalah suatu jaringan privat (biasanya untuk instansi atau kelompok
tertentu) di dalam jaringan internet (publik), dimana jaringan privat
ini seolah-olah sedang mengakses jaringan lokalnya tapi menggunakan
jaringan public."
Kalau masih kurang jelas tanya mbah google aje.
Oke langsung kepokok permasalahan, ane melakukan ini menggunakan ubuntu
13.04. Misalnya jaringan ane ada yang pusat dan beberapa kota.
Dilaptop ane udah ane buar jaringan kantor pusat dan cabang
Semarang, Bandung atau LAN DHCP.. pada saat ane ke cabang lain ketika
colok kabel LAN tinggal klik lan dengan nama kota yang udah ane buat.
cara buat seperti ibu cukup mudah. lihat gambar berikut:
Pada icon LAN klik dan pilih menu Edit Connections... pada menu
Untuk menambahkan lan kota lain tinggal pilih add, misalnya bandung:
Inputkan ip address, netmask, gateway, DNS Server dan domainnya. setelah
selesai tinggal save. perhatikan menu-menu barnya jangan lupa pilih IPv4 settings dan Method -> Manual.
dan begitu juga seterusnya untuk menambahkan LAN di kota tujuan
berikutnya. dengan penambahan lan tersebut kita tidak perlu ribet harus
gonta ganti ip pada network kita saat di kota lain.
Instal Samba di Ubuntu 10.10
Berhubung ubuntu nya udah install-an tahun jebot, jadi ternyata mesti di
cek dulu paket repository yg dipakai oleh ubuntunya. Kenapa? Karena
kalau pakai repo dari luar, bisa jadi repo nya udah invalid, dan proses
downloadnya juga lama. List repo lokal ubuntu 10.10 bisa diliat disini.
This's it the recipe ...
Terenggg ............. saatnya mengakses melalui tool ftp (disini saya pake winscp)


This's it the recipe ...
- Masuk sebagai root
- Ubah repo
- Lakukan update ubuntu terlebih dahulu
- Install samba ........
- Configurasi samba
neki@ubuntu:~$ sudo -s
[sudo] password for neki:
root@ubuntu:~# nano /etc/resolv.conf
deb http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
apt-get update
apt-get install samba
root@ubuntu:/home# useradd neki
root@ubuntu:/home# smbpasswd -a neki
New SMB password:
Retype new SMB password:Restart samba
service smbd restartatau
/etc/init.d/smbd restartTerenggg ............. saatnya mengakses melalui tool ftp (disini saya pake winscp)


Melihat informasi Jaringan di Linux
Melihat interface card
gunakan perintah ifconfig |grep "HWaddr"candra@candra-ubuntu:~$ ifconfig |grep "HWaddr" eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:90:f5:8a:18:eb wlan0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:22:43:8b:43:a3Dari contoh diatas, ada 2 card yang terpasang yaitu eth0 (LANcard) dan wlan0(perangkat wireless lan).
melihat IP dan konfigurasi jaringan
Info IP staticUntuk interace yang diseting secara manual, cukup buka file
/etc/network/interfacecandra@candra-ubuntu:~$ cat /etc/network/interfaces
# interfaces(5) file used by ifup(8) and ifdown(8)
auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
IP dinamisIP dinamis adalah ip yang didapat dari DHCP server. Jika anda embuka file
/etc/network/interface, anda tidak akan menemukan ip address disana. Untuk melihat ip, gateway dan dns, gunakan perintah ifconfig, route -n, dan cat /etc/resolv.conf secara berurutan seperti contoh dibawah ini . candra@candra-ubuntu:~$ ifconfig wlan0|grep inet
inet addr:192.168.55.101 Bcast:192.168.55.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::222:43ff:fe8b:43a3/64 Scope:Link
candra@candra-ubuntu:~$ route -n
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
0.0.0.0 192.168.55.1 0.0.0.0 UG 0 0 0 wlan0
169.254.0.0 0.0.0.0 255.255.0.0 U 1000 0 0 eth0
192.168.1.0 0.0.0.0 255.255.255.0 U 0 0 0 eth0
192.168.55.0 0.0.0.0 255.255.255.0 U 9 0 0 wlan0
candra@candra-ubuntu:~$ cat /etc/resolv.conf
# Dynamic resolv.conf(5) file for glibc resolver(3) generated by resolvconf(8)
# DO NOT EDIT THIS FILE BY HAND -- YOUR CHANGES WILL BE OVERWRITTEN
nameserver 8.8.8.8
nameserver 8.8.4.4
Melihat service yang sedang berjalan
Server linux biasanya menjalankan banyak layanan. Layanan ini disebut juga dengan service atau deamon. Untuk melihat service yang bejalan, gunakan printah nmap localhost.tarting Nmap 6.00 ( http://nmap.org ) at 2012-12-13 14:27 WIT Nmap scan report for localhost (127.0.0.1) Host is up (0.00047s latency). rDNS record for 127.0.0.1: localhost.localdomain Not shown: 990 closed ports PORT STATE SERVICE 21/tcp open ftp 22/tcp open ssh 53/tcp open domain 80/tcp open http 139/tcp open netbios-ssn 443/tcp open https 445/tcp open microsoft-ds 631/tcp open ipp 3128/tcp open squid-http 3306/tcp open mysqlDari hasil nmap, kelihatan service apa saja yang sedang berjalan diserver.
Melihat user yang aktif
Linux adalah OS yang mulitasking sekaligus multiuser, oleh karenanya dalam satu server bisa login banyak user (biasanya pakai telnet atau SSH). Jika kita ingin melihat user yang sedang aktif. gunakan perintahwho .
Dulu sewaktu saya kuliah, satu server di pakai oleh puluhan mahasiswa
untuk belajar sistem operasi atau jaringan komputer. Tentunya dengan
memanfaatkan remote login dengan memanfaatkan tool puTTY. 14:32:48 up 35 min, 3 users, load average: 0.28, 0.33, 0.45
USER TTY FROM LOGIN@ IDLE JCPU PCPU WHAT
candra pts/4 :0.0 14:16 2:11 0.28s 0.28s bash
candra pts/5 :0.0 14:30 0.00s 0.13s 0.00s w
Untuk materi selanjutnya akan membahas tentang cara mendapatkan informasi bantuan suatu perintah di linux
Kupas Tuntas Perintah ipconfig
ipconfig adalah tool di Command prompt yang dipakai
untuk melihat informasi jaringan atau informasi IP yang terpasang di
Network adapter. Sebenarnya fungsi ipconfig bukan hanya itu, masih ada
beberapa fungsi lain yang sangat bermanfaat untuk mengatasi
troubleshooting jaringan atau menset ulang jaringan, terutama yang
menggunakan jaringan dengan DHCP. Mari kita telusuri lebih dalam
perintah ini dengan menggunakan contoh penggunaan dan hasilnya.
Output
Output
output
perintah
hasil
perintah
perintah
memperbaharui semua DNS cache yang tersimpan di komputer.
Selain perintah diatas, masih ada tiga perintah lagi, namun jarang dipakai yaitu
Gimana? tuntas bukan? sekarang tahukan kalau ipconfig adalah tool powerfull? selamat mencoba!
melihat konfigurasi jaringan dasar
perintah ipconfig Output
Connection-specific DNS Suffix . :
IP Address. . . . . . . . . . . . : 192.168.55.60
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0
Default Gateway . . . . . . . . . : 192.168.55.1
DHCP Class ID . . . . . . . . . . : Candralab
Melihat informasi lengkap konfigurasi jaringan
perintah ipconfig /all Output
Ethernet adapter wlan: Connection-specific DNS Suffix . : Description . . . . . . . . . . . : Realtek RTL8187B Wireless 802.11b/g 54Mbps USB 2.0 Network Adapter Physical Address. . . . . . . . . : 00-xx-xx-1C-81-xx Dhcp Enabled. . . . . . . . . . . : Yes Autoconfiguration Enabled . . . . : Yes IP Address. . . . . . . . . . . . : 192.168.55.60 Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0 Default Gateway . . . . . . . . . : 192.168.55.1 DHCP Class ID . . . . . . . . . . : Candralab DHCP Server . . . . . . . . . . . : 192.168.55.1 DNS Servers . . . . . . . . . . . : 192.168.55.1 130.170.11.1 Lease Obtained. . . . . . . . . . : 16 Oktober 2012 13:03:57 Lease Expires . . . . . . . . . . : 16 Oktober 2012 15:03:57
ipconfig /all akan menampilkan informasi detail tentang konfigurasi jaringan, termasuk Info DHCP server dan mac Address.Mereset Ip
perintah ipconfig /release output
Connection-specific DNS Suffix . :
IP Address. . . . . . . . . . . . : 0.0.0.0
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 0.0.0.0
Default Gateway . . . . . . . . . :
DHCP Class ID . . . . . . . . . . : Candralab
beberapa virus dan worm memanfaatkan perintah agar komputer
tidakbisa terkoneksi ke jaringan. inti dari perintah ini adalah
mengosongkan konfigurasi ip.Memperbaharui konfigurasi IP
Dipakai untuk merefesh konfigurasi IP atau mendapatkan ip baru untuk jaringan yang menggunakan DHCP server. lawan dariipconfig /releaseperintah
ipconfig /renew hasil
Connection-specific DNS Suffix . :
IP Address. . . . . . . . . . . . : 192.168.55.60
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0
Default Gateway . . . . . . . . . : 192.168.55.1
DHCP Class ID . . . . . . . . . . : Candralab
Menampilkan cache DNS
menampilkan data DNS yang sudah tercache di komputerperintah
ipconfig /displaydns ...... talk.google.com ---------------------------------------- Record Name . . . . . : talk.google.com Record Type . . . . . : 5 Time To Live . . . . : 233 Data Length . . . . . : 4 Section . . . . . . . : Answer CNAME Record . . . . : talk.l.google.com ....
Membersihkan CacheDNS
menghapus semua CacheDNS di komputerperintah
ipconfig /flushdnsmerefesh DNS
perintah ipconfig /registerdnsmemperbaharui semua DNS cache yang tersimpan di komputer.
Selain perintah diatas, masih ada tiga perintah lagi, namun jarang dipakai yaitu
ipconfig /?Menampilkan help dari perintah ipconfig-
ipconfig /showclassidmenampilkan class ID di dhcp server -
ipconfig /setclassidMenset class ID untuk komputer.
showclassid dan setclassid
anda harus memahami setting DHCP lanjut di server. Untuk pengguna
rumahan atau kantor kecil, perintah tersebut tidak berefek. Umumnya
perintah tersebut dipakai di jaringan perusahaan yang mempunyai banyak
komputer. Classid dipakai untuk menentukan ip yang akan didapat oleh
client. Sebagai contoh jaringan terbagi menjadi dua yaitu lantai1 dan
lantai2. Nah diserver DHCP diatur range lantai1 192.168.1.1-192.168.1.10 dan di lantai2 rangeip yang didapat 172.168.1.1-172.168.1.10. ClassId dari clientlah yang nantinya menentukan apkah dia akan mendapatkan ip 192.168.1.1-192.168.1.10 atau 172.168.1.1-172.168.1.10. Gimana? tuntas bukan? sekarang tahukan kalau ipconfig adalah tool powerfull? selamat mencoba!
Membangun Proxy Server Dengan Ubuntu
Sebuah analogi; bila seorang mahasiswa
meminjam buku di perpustakaan, kadang si mahasiswa tidak diperbolehkan
langsung mencari dan mengambil sendiri buku yang kita inginkan dari rak,
tetapi kita meminta buku tersebut kepada petugas, tentu saja dengan
memberikan nomor atau kode bukunya, dan kemudian petugas tersebut yang
akan mencarikan dan mengambilkan bukunya. Dalam kasus diatas, petugas
perpustakaan tersebut telah bertindak sebagai perantara atau Proxy.
Petugas tersebut juga bisa memastikan dan menjaga misalnya, agar
mahasiswa hanya bisa meminjam buku untuk mahasiswa, dosen boleh meminjam
buku semua buku, atau masyarakat umum hanya boleh meminjam buku
tertentu.
Mungkin
proses tersebut menjadi lebih lama dibandingkan bila kita langsung
mencari dan mengambil sendiri buku yang kita inginkan. Namun bila saja
setiap kali petugas mencari dan mengambil buku untuk seseorang, si
petugas juga membuat beberapa salinan dari buku tersebut sebelum
memberikan bukunya kepada orang yang meminta, dan menyimpannya di atas
meja pelayanan, maka bila ada orang lain yang meminta buku tertentu,
sangat besar kemungkinan buku yang diminta sudah tersedia salinannya
diatas meja, dan si petugas tinggal memberikannya langsung. Hasilnya
adalah layanan yang lebih cepat dan sekaligus keamanan yang baik.
1. Instalasi
Pertama-tama install terlebih dahulu squid melalui synaptic atau melalui command prompt dengan cara :
#sudo apt-get install squid
Setelah selesai maka Squid langsung dapat di konfigurasikan dengan cara :
#sudo vi /etc/squid/squid.conf
Tetapi sebelum di edit terlebih dahulu backup dulu file aslinya agar kalau rusak bisa dikembalikan ke default :
#sudo cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.bak
2. Konfigurasi Squid
Selanjutnya konfigurasi script Squid :
#sudo vi /etc/squid/squid.conf
Akan muncul file konfigurasi squid yang sangat panjang, berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan….
a. HTTP Port : Merupakan port yang digunakan untuk menjalankan Squid
http_port 8080
b. Visible Host Name : Agar jika terjadi error Squid dapat menemukan hostname yang valid
visible_hostname localhost
localhost bisa diganti menjadi ip (e.g 192.168.0.254) atau domain seperti proxy.anu.com
c. Cache Manager : Untuk mendefinisikan email address dari Cache Manager Squid
cache_mgr admin@domain.com
d. Direktori Cache Squid : Mendefinisikan letak direktori squid beserta besarannya.
Angka 500 menunjukkan ukuran direktori dalam MB
Angka 16 menunjukkan jumlah sub direktori tingkat 1
Angka 256 menunjukkan jumlah subdirektori tingkat 2 dari subdirektori tingkat 1
Jumlah diatas makin besar makin baik
cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256
e. Filtering : Ini merupakan
bagian terpenting dari Squid, dengan ini kita bisa mngatur rule-rule,
dari mulai siapa saja yang bisa mengakses internet sampai website apa
yang diizinkan untuk di akses.
Access List : Siapa saja yang dapat mengakses Internet
acl akses src 192.168.0.1/255.255.255.255
acl : merupakan perintah access list
akses : nama user yang memiliki IP atau group
src : merupakan source ip yang digunakan, bisa menggunakan range jika ingin membuat group
acl group-it src 192.168.0.1-192.168.0.12/255.255.255.255
Filtering Waktu : Memberikan izin akses berdasarkan waktu dan hari
acl waktu-akses time MTWHFA 08:00-16:00
acl : perintah access list
waktu-akses : caption untuk perintah acl
time : perintah squid utk mendefinisikan waktu
MTWHFA : merupakan perintah squid untuk mendefinisikan waktu M : Monday, T : Tuesday, etc…..
08:00-16:00 : Merupakan waktu yang diperbolehkan untuk memberikan akses internet ke pengguna
Filtering Website : Memfilter website apa saja yang tidak boleh diakses oleh pengguna.
Sebelumnya harus dibuat dulu suatu dokumen yang berisikan list-list url yang akan diblock, dengan perintah
#sudo vi /etc/squid/pornourl.txt
kemudian isikan dengan :
www.worldsex.com
www.17tahun.com
dll
Lalu berikan perintah squid pada file Squid.conf dengan perintah :
acl blokporno dstdomain “/etc/squid/pornourl.txt”
Filtering Keyword : Memfilter keyword
yang dimasukkan oleh para pengguna, misalkan pengguna memasukkan kata
’sex’ di google maka Squid akan membloknya.
Sebelum menambahkan perintah di
Squid.conf, kita harus membuat file yang berisikan keyword-keyword yang
akan diblok dengan perintah :
#sudo vi /etc/squid/keywordblock.txt
Lalu isi dengan kata-kata yang akan di blok :
sex
porn
fuck
dll….
Dan berikan perintah di Squid.conf dengan perintah :
acl keywordblok url_regex -i “/etc/squid/keywordblock.txt”
Perintah-perintah filter ini cukup untuk membuat Squid Server sederhana,
Selanjutnya memberikan hak akses pada
aturan-aturan yang telah dibuat sebelumnya. Di Squid perintahnya
dinamakan http_access. Perintahnya adalah sebagai berikut :
http_access deny blokporno # men-deny semua url yang terdapat pada acl blokporno
http_access deny keywordblock # men-deny keyword yang ada pada acl keywordblock
http_access waktu-akses aku # Memperbolehkan acl waktu-akses pada acl user aku
http_access deny all # Men-deny semua user yang tidak terdaftar pada squid.conf
http_reply_access allow all #default
icp_access allow all #default
Kemudian jangan lupa men-save file konfigurasi squid.conf yang telah diedit dengan menggunakan perintah :
:wq #w : menyimpan q: keluar (Perintah vi)
Lalu pada command terminal anda ketikan perintah ;
#sudo squid -z
f. Transparent Proxy
Merupakan suatu teknik agar Squid Proxy
menjadi transparent atau tidak terlihat, maksudnya jika biasanya kita
memasukkan alamat proxy pada setiap browser (firefox, etc..), jika
transparent proxy diterapkan maka pada browser tidak akan kelihatan kita
memasukkan alamat proxy kita.
Sebelum memasukkan perintah transparent
proxy pada squid, maka kita harus melakukan perintah iptable agar dapat
meredirect port yang ada pada komputer client. Maksudnya jika squid kita
set pada port 3128, maka permintaan client yang umumnya internet itu
berada pada port 80 maka kita harus meredirect port 80 dari client
tersebut ke port proxy kita yang berada pada port 3128.
IP Forwarding, agar transparent proxy dapat diterapkan, maka kita harus mengaktifkan Ip Forwarding
dengan memberikan nilai 1 pada file “/proc/sys/net/ipv4/ip_forward” dengan cara :
#sudo echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
Tetapi perintah tersebut harus kita
jalankan auto startup, agar jika komputer squid mati kita tidak perlu
repot2 menjalankan perintah tersebut secara terus menerus.
Berikutnya kita harus menjalankan ip_tables agar client dapat meredirect port squid server kita dengan perintah :
#sudo iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port 8800
Kemudian restart proxy dengan perintah :
#sudo /etc/init.d/squid restart
Cara Konfigurasi alamat IP di Ubuntu Server
Di tulisan ini akan dijelaskan bagaimana melakukan konfigurasi di Ubuntu
server untuk memberikan alamat IP. Ada dua cara bagaimana kita dapat
mengkonfigurasi alamat IP ini. Cara pertama adalah secara melakukan
konfigurasi secara otomatis dan cara kedua adalah secara manual. Kali
ini kita melakukan konfigurasi pengalamatan alamat IP secara manual.
Pengalamatan IP secara manual ini memiliki dua sifat yaitu, permanen dan
sementara(temporary) dan saya akan membahas keduanya, bagaimana kita
melakukan konfigurasi yang sifatnya permanen dan konfigurasi yang
sifatnya sementara.
A. Konfigurasi yang bersifat sementara
Kenapa saya bilang sementara? karena konfigurasi ini akan hilang apabila servis yang menanganinya direstart atau sistem operasi tersebut di restart. Berikut langkah-langkahnya:
1. Lihat kartu jaringan yang tersedia yang bisa dikonfigurasi dengan perintah ifconfig seperti yang terlihat pada gambar di bawah:
Dari gambar tersebut dapat kita ketahui bahwa terdapat satu kartu jaringan (eth0) yang bisa kita konfigurasi.
2. Misalnya saja, saya ingin mengkonfigurasi eth0 tersebut dengan alamat
IP 192.168.0.1 dengan netmask 255.255.255.0, maka jalankan perintah:
sudo[spasi]ifconfig[spasi]eth0[spasi]192.168.0.1[spasi]netmask[spasi]255.255.255.0[enter]
3. Untuk melihat hasil konfigurasi gunakan perintah ifconfig, apabila
muncul seperti tampilan di bawah berarti anda sudah berhasil melakukan
konfigurasi alamat IP secara manual yang sifatnya temporari atau
sementara.
4. Akan tetapi konfigurasi itu akan hilang apabila anda melakukan
restart sistem operasi atau restart aplikasi yang menangani service
jaringan di sistem tersebut. Lalu bagaimana agar konfigurasi alamat IP
tersebut menjadi permanen? Akan dibahas pada penjelasan di bawah ini.
B. Konfigurasi yang bersifat permanen
Kenapa saya bilang permanen? karena konfigurasi ini tidak akan hilang apabila servis yang menanganinya direstart atau sistem operasi tersebut di restart.
Kenapa saya bilang permanen? karena konfigurasi ini tidak akan hilang apabila servis yang menanganinya direstart atau sistem operasi tersebut di restart.
Berikut
langkah-langkahnya:
1. Anda sudah tahu, bahwa sistem memiliki satu buah kartu jaringan
(eth0) dari pengecekan sebelumnya. Kemudian pada terminal anda bisa edit
file (saya menggunakan editor vim) yang terletak di
/etc/network/interfaces dengan perintah:
sudo vim /etc/network/interfaces
jika anda belum familiar menggunakan editor vim, anda bisa membaca artikel saya yang berjudul "Teknik dasar menggunakan editor vim di terminal".
2. Lalu anda bisa tambahkan konfigurasi di bawah pada file tersebut kemudian save:
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.0.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.0.0
broadcast 192.168.0.255
Simpan kemudian silakan restart sistem operasi anda, atau gunakan
perintah dibawah untuk restart aplikasi service yang menangani
jaringannya
sudo service networking restart
maka konfigurasi anda tidak akan hilang dan anda tidak perlu melakukan konfigurasi ulang.
Untuk menambahkan konfigurasi DNS anda bisa membaca tulisan saya sebelumnya yang berjudul "Konfigurasi DNS di Ubuntu". Untuk menambahkan alamat default gateway, anda bisa membaca tulisan saya yang berjudul "Konfigurasi default gateway di Ubuntu".
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box
VirtualBox adalah aplikasi virtual mesin
yang memungkinkan Anda untuk menginstall Sistem Operasi (SO) lain, dan
dijalankan bersamaan di atas sistem operasi induknya. VirtualBox adalah
aplikasi open source keluaran Sun MicroSystem (sekarang diakuisisi oleh
Oracle) yang ditargetkan untuk Server, desktop dan penggunaan embedded.
Selain digunakan untuk mencoba aplikasi
OS lain, virtual box juga bisa digunakan untuk membuat virtualisasi
jaringan komputer sederhana.
Dalam artikel ini penulis akan membahas
bagaimana langkah-langkah membuat jaringan komputer sederhana (virtual)
dengan Virtual Box, sebelum memulai langkah, kita harus menginstal dulu
aplikasi virtual box, caranya ada di artikel ini, (catatan = penulis
menggunakan host Mac OS X, guestnya Windows
XP dan Linux Ubuntu 10.10), kemudian setelah itu kita merencanakan
bagaimana model jaringan yang akan kita buat, penulis akan memberi
contoh sebagai berikut untuk model jaringannya.
sebagai komputer induk yaitu komputer yang ber-OS MacOS X, kemudian guestnya yaitu sistem operasi Windows XP dan Ubuntu 10.10.
kita langsung mulai saja bagaimana langkah-langkahnya membuat jaringan komputer sederhana dengan model diatas.
- Jalankan aplikasi virtual box anda
Pilih setting, kemudian pilih network, ganti piliha Attached to menjadi Bridged Adapter (lakukan di kedua guest, XP dan Ubuntu)

- Kemudian buat wireless add-hoc di komputer host

Atur penomeran IP seperi contoh pada gambar model
Jalankan komputer guest, Windows XP dan Ubuntu
- Masuk ke guest XP, atur IP guest XP dengan cara Control Panel ->Â Network Conncetion -> klik kanan pilih properties padanetwork yang sedang aktif -> pilih TCP/IP

Atur IP guest XP sesuai dengan model.
Cek
koneksi jaringan dengan cara buka Command Prompt, terus ketikkan ping
ip dari host Mac OS. Jika sukses maka akan muncul pesan sebagai berikut.
Sukses! Buat yang windows XP, sekarang waktunya konfigurasi guest Ubuntu.Masuk ke System -> Preferences -> Network Configuration
Pilih wired, kemudian Auto Ethernet, lalu pilih tombol Edit
Atur IP guest Ubuntu sesuai dengan gambar model.
Oke,
konfigurasi selesai, saatnya mengecek sukses atau tidak, dengan masuk
ke terminal, kemudian ping IP ke host Mac OS atau ping ke guest Windows
XP.
Done!, untuk mengecek keseluruhan jaringan, maka kita ping dari satu ke yang lainnya.
Jadi, virtual box banyak sekali
manfaatnya, salah satunya tutorial diatas, yaitu membangun jaringan
sederhana, daripada kita beli PC / laptop secara fisik hanya untuk
belajar jaringan, dengan virtual box kita tidak mengeluarkan sepeser
uang pun untuk belajar jaringan sederhana karena Virtual Box juga
berlabel freeware alias software gratis. Selamat Belajar! 
Tutorial: Langkah langkah instalasi Ubuntu Server
Di tulisan kali ini, saya
akan membahas langkah-langkah sederhana melakukan instalasi sistem
operasi Ubuntu Server. Pada proses yang saya tulis disini, saya melakukan instalasi
sistem operasi Ubuntu Server
pada komputer jenis rack server merk HP
Proliant DL 380 G6. Spesifikasi hardisk yang saya gunakan adalah 3 buah
hardisk yang terdiri dari 300GB dan 2TB (@ 1 TB) yang saya
konfigurasi RAID 10 sehingga menjadi kapasitas total 300GB dan 1TB
saja. Mungkin di artikel selanjutnya akan saya tulis bagaimana
melakukan konfigurasi RAID pada hardisk atau pengetahuan tentang apa
itu RAID. Kedua partisi tadi saya bagi menjadi 2 bagian dimana salah
satu akan menjadi filesystem (300GB) dan partisi satunya akan menjadi
data (1TB). Saya memang sengaja memisahkan antara partisi khusus yang
akan saya gunakan untuk menyimpan data dengan partisi yang saya gunakan
untuk file sistem operasi. Untuk mendownload sistem operasi Ubuntu Server anda bisa menuju link berikut. Langkah langkah instalasi sistem operasi Ubuntu Server ini
sebenarnya sama saja dengan sistem operasi Ubuntu Desktop, hanya saja
tampilan antar muka pada proses instalasi ini sangat sederhana (geek), jadi jangan takut untuk
mencobanya ya. Berikut akan saya bahas langkah-langkahnya:
1. Masukkan CD/DVD
Bootable Ubuntu server ke dalam PC anda lalu silakan restart, jangan
lupa set terlebih dahulu pada BIOS agar PC melakukan Boot dari media
DVD/CDROM anda, sehingga tertampil seperti pada gambar di bawah,
kemudian silakan memilih opsi Install Ubuntu Server:
2. Pada langkah ke dua
pilih bahasa yang akan anda gunakan untuk proses instalasi, saya
disini memilih bahasa Inggris (English) seperti pada gambar di bawah:
3. Berikutnya anda
diminta untuk memilih negara yang anda tempati untuk zona waktu anda
di negara mana anda melakukan instalasi Ubuntu server ini, dimana
saya memilih Indonesia seperti pada gambar di bawah:
4. Kemudian anda akan
diminta memilih locale setting, saya kurang mengerti maksud dari
locale setting ini, sehingga saya memilih United States sebagai
settingan locale setting ini, seperti pada gambar di bawah:
5. Lalu anda diminta
untuk melakukan konfigurasi keyboard yang nanti akan anda gunakan,
anda diberi opsi untuk memilih secara manual, atau jika anda tidak
tahu keyboard apa yang akan anda gunakan anda bisa meminta untuk
melakukan pendeteksian secara otomatis keyborad yang akan anda
gunakan, disini say memilih untuk melakukan pilihan secara manual,
dengan memencet opsi NO seperti gambar di bawah:
6. Pada langkah ini, anda
akan memilih jenis keyboard dari negara mana yang anda gunakan,
disini saya memilih Inggris US (English US).
7. Lalu anda diminta
memilih pola tombol milik negara mana yang anda gunakan, disini saya
memilih jenis keyboard dengan bahasa Inggris US (English US) seperti
pada gambar di bawah:
8. Lalu loading …..
sabar ya :P
9. Langkah berikutnya
adalah konfigurasi kartu jaringan (jika komputer anda ada kartu
jaringannya), di gambar bawah tertampil 4 kartu jaringan, karena
memang di komputer HP Proliant DL 380 G6 secara onboard terpasang 4
buah kartu jaringan, saya memilih eth0 untuk saya konfigurasi
terlebih dahulu.
10. Secara otomatis,
proses instalasi akan mencari server DHCP untuk melakukan konfigurasi
secara otomatis, jika tidak menemukan server DHCP, maka akan timbul
pesan error seperti di bawah, tapi jangan takut, silakan klik
continue seperti pada gambar di bawah:
11. Berikutnya anda akan
diminta memilih, apakah akan mencoba mencari lagi server DHCP atau
akan melakukan konfigurasi secara manual, saya memilih konfigurasi
secara manual seperti pada gambar di bawah:
12. Pada gambar di bawah
saya memasukkan alamat IP 192.168.0.250
13. Kemudian netmask
255.255.255.0
14. Default Gateway pada
IP 192.168.0.10
15. Alamat DNS server
yang saya gunakan adalah alamat IP 192.168.0.253
16. Lalu nama hostname Ubuntu
Server yang akan digunakan, saya menggunakan server5 seperti pada
gambar di bawah:
17 Kemudian masukkan nama
domain yang anda pakai seperti pada gambar di bawah:
18. Langkah berikutnya,
anda diminta memasukkan nama lengkap user yang akan anda gunakan di
dalam sistem:
19. Lalu anda akan
diminta memasukkan nama user untuk login ke dalam sistem, perlu anda
ketahui, user root tidak akan secara otomatis ada di dalam system anda
harus mengaktifkannya, langkah langkah untuk mengaktifkan user root bisa
anda baca di artikel "Mengaktifkan user root di Ubuntu" :
20. Kemudian anda diminta
membuat password untuk user login yang barusan anda masukkan:
21. Lalu anda diminta
untuk memasukkan lagi password yang anda buat sekali lagi untuk
memverifikasi bahwa password yang tadi anda masukkan tidak salah pencet
tombol/ ketik.
22. Pada langkah
berikutnya, anda diminta memilih apakah folder home anda akan di
enkripsi atau tidak, disini saya memilih tidak (tidak ada alasan
khusus untuk ini kenap saya memilih tidak untuk melakukan enkripsi
pada home folder saya):
23. Lalu anda diminta
memastikan zona waktu yang anda gunakan, disini secara otomatis
sistem memilih Asia/Jakarta karena langsung terhubung oleh internet
dan menggunakan server NTP untuk menentukan waktu.
24. Kemudian anda akan
diminta memilih metode partisi apa yang akan anda gunakan, disini
saya memilih manual seperti pada gambar di bawah:
25. Disitu terlihat dua
buah hardisk, sda dan sdb. Seperti yang telah saya utarakan di awal
tulisan kapasitas Hardisk saya adalah 300 GB dan 1TB (RAID 10). Saya
memilih yang 300GB dulu yang akan saya partisi seperti pada gambar di
bawah:
26 Anda akan diminta
membuat sebuah tabel partisi di hardisk 300GB tersebut, dan saya
memilih yes (di gambar belum saya geser ke opsi yes, maap :P)
27. Disitu terlihat bahwa
tersedia space sebesar 300GB pada sda, lalu saya pilih pad abagian
FREE SPACE seperti pada gambar di bawah:
28. Kemudian saya memilih
create new partition pada langkah berikutnya seperti pada gambar di
bawah:
29. Saya alokasikan 290GB
untuk partisi baru dari total 300GB, sehingga menyisakan 10GB FREE
SPACE seperti pada gambar dibawah:
30. Saya memilih partisi
baru tersebut dengan tipe primary partition seperti pada gambar di
bawah:
31 Lalu anda akan diminta
untuk memilih mau membuat partisi baru tersebut dari depan atau
belakang dari kapasitas yang tersedia, saya memilih dari depan
sehingga memilih opsi Beginning seperti pada gambar di bawah:
32. Pada setting partisi,
saya menggunakan file system Ext4, lalu mount point / dan tetek
bengek lainnya seperti pada gambar di bawah, kemudian DONE:
33. Voila?! Partisi baru
tercipta untuk menaruh system operasi Ubuntu server saya yang baru,
di gambar bawah terlihat ada sis a Free SPACE sekitaran 10GB, itu
nanti akan saya gunakan sebagai SWAP memory, silakan piluh Free SPACE
10GB tersebut lalu ENTER, seperti pada gambar di bawah:
34. Pilih create new
partition seperti pada langkah sebelumnya yang diperlihatkan pada
gambar di bawah:
35. Saya memilih total
FREE SPACE yang tersisa untuk digunakan (10GB) lalu klik continue
seperti pada tampilan di bawah:
36. Pilih type primary
seperti sebelumnya (lihat gambar di bawah):
37. Lalu pada partition
setting, pada opsi use as (gunakan sebagai), saya pilih swap area dan
beberapa opsi lainnya seperti pad agambar di bawah, kemudian pilih
Done setting partition dan ENTER:
38. Kemudian saya memulai
untuk memartisi hardisk ke dua (1TB RAID 10), untuk itu seperti yang
terlihat di gambar saya memilih hardisk sdb:
39. Silakan bikin table
partisi kosong yang baru dengan memilih opsi yes pada langkah
berikutnya seperti pada gambar di bawah:
40. Lalu pilih bagian
FREE SPACE 1TB pada sdb seperti gambar di bawah:
41. Kemudian pilih opsi
create new partition seperti di bawah:
42. Lalu anda akan
diminta untuk memasukkan seberapa besar alokasi hardisk yang akan
anda gunakan pada tabel partisi anda yang baru, disini saya memilih
memaksimalkan satu partisi tersebut, jadi saya isi 1TB seperti pada
gambar di bawah:
43. Saya pilih type
primary untuk partisi baru yang akan saya buat seperti tampak pada
pilihan gambar di bawah:
44. Lalu pada bagian
mount point saya pilih lalu ENTER seperti pada gambar di bawah:
45. Kemudian akan muncul
opsi untuk mengubah mount point yang tadinya secara otomatis dipilih
mount point /home, dari seluruh pilihan yang tampak pada gambar di
bawah, saya pilih opsi manually seperti pada gambar:
46. Saya beri nama /data
untuk mount point hardisk sdb 1TB tadi seperti pada tampilan di
bawah:
47. Lalu anda akan di
beri konfirmasi, bahwa mount point sudah berubah seperti yang anda
masukkan manual tadi, jika sudah berubah, silakan pilih Done setting
up the partition:
48. Anda akan diberikan
tampilan konfirmasi, sebelum memasuki proses kopi file system ke
hardisk, jika sudah benar, anda bisa klik Finish seperti pada opsi
yang ditunjukkan pada gambar di bawah:
49. Anda akan diminta
melakukan konfirmasi sekali lagi dimana CD instalasi akan melakukan
pembuatan partisi, format filesystem dan penulisan instalasi di
harddisk (sda, sdb):
50. Setelah selesai
melakukan formating, anda diminta untuk memasukkan alamat Proxy
Server yang akan anda gunakan, disini saya akan melewatinya saja
dengan membiarkan kosong, lalu pilih opsi continue:
51. Kemudian anda akan
diminta, apakah system akan menggunakan fasilitas update otomatis,
saya memilih tidak (No automatic updates), walaupun nanti akan
sedikit repot karena saya ingin memiliki kontrol penuh terhadap
system Ubuntu server saya.
52. Kemudian anda akan
diminta software apa saja yang akan anda instalasi sekaligus setelah
proses instalasi file system anda selesai, disini saya hanya memilih
OpenSSH server saja supaya setelah selesai proses instalasi, saya
bisa langsung melakukan konfigurasi dan install aplikasi-aplikasi
yang saya butuhkan nantinya secara remote.
53. Langkah berikutnya
setelah proses pemilihan aplikasi yang akan ikut diinstall, anda akan
diminta menentukan lokasi instalasi GRUB apakah akan diinstall di
lokasi default yaitu di Master Boot Record atau di lokasi lainnya,
saya memilih di lokasi default seperti yang ditunjukkan pada gambar
di bawah dengan memilih opsi yes:
54. Setelah instalasi
GRUB selesai, berarti proses instalasi Ubuntu Server telah selesai,
anda akan diminta melakukan restart untuk proses finalisasi seperti
yang ditunjukkan pada gambar di bawah:
Langganan:
Postingan (Atom)


































































