Entri Populer

Kamis, 27 Februari 2014

Tentang Apache

a. Pengertian Web Server
Server web adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Server web yang terkenal diantaranya adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache merupakan server web antar-platform, sedangkan IIS hanya dapat beroperasi di sistem operasi Windows.
Server web juga dapat berarti komputer yang berfungsi seperti definisi di atas.
b. Apa itu Apache?
Server HTTP Apache atau Server Web/WWW Apache adalah server web yang dapat dijalankan di banyak sistem operasi (Unix, BSD, Linux, Microsoft Windows dan Novell Netware serta platform lainnya) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web. Protokol yang digunakan untuk melayani fasilitas web/www ini mengunakan HTTP.
Apache memiliki fitur-fitur canggih seperti pesan kesalahan yang dapat dikonfigur, autentikasi berbasis basis data dan lain-lain. Apache juga didukung oleh sejumlah antarmuka pengguna berbasis grafik (GUI) yang memungkinkan penanganan server menjadi mudah.
Apache merupakan perangkat lunak sumber terbuka dikembangkan oleh komunitas terbuka yang terdiri dari pengembang-pengembang dibawah naungan Apache Software Foundation.
c. Bagaimana Apache ditemukan?
Pada awal mulanya, Apache merupakan perangkat lunak sumber terbuka yang menjadi alternatif dari server web Netscape (sekarang dikenal sebagai Sun Java System Web Server). Sejak April 1996 Apache menjadi server web terpopuler di internet. Pada Mei 1999, Apache digunakan di 57% dari semua web server di dunia. Pada November 2005 persentase ini naik menjadi 71%. (sumber: Netcraft Web Server Survey, November 2005).
Asal mula nama Apache berasal ketika sebuah server web populer yang dikembangkan pada awal 1995 yang bernama NCSA HTTPd 1.3 memiliki sejumlah perubahan besar terhadap kode sumbernya (patch). Saking banyaknya patch pada perangkat lunak tersebut sehingga disebut sebuah server yang memiliki banyak patch (“a patchy” server). Tetapi pada halaman FAQ situs web resminya, disebutkan bahwa “Apache” dipilih untuk menghormati suku asli Indian Amerika Apache , yang dikenal karena keahlian dan strategi perangnya. Versi 2 dari Apache ditulis dari awal tanpa mengandung kode sumber dari NCSA.
d. Bagaimana Penggunaan Apache?
Apache adalah komponen server web dari paket perangkat lunak LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP/Perl/bahasa pemrograman Python).
e. Saingan Apache
Menurut statistik dari Netcraft, Apache merupakan server web yang paling banyak digunakan di dunia per 2005. Microsoft Internet Information Services (IIS) merupakan kompetitor utama Apache, diikuti oleh Sun Java Web Server dari Sun Microsystem.

Cara Menginstall Linux Ubuntu 10.10 di Virtual Box


Hi! sahabat blogger, disini saya ingin memuat salah satu artikel yang berupa pengalaman saya bagaimana cara untuk menginstall Virtual Machine dengan menggunakan aplikasi VirtualBox.

Aplikasi VirtualBox adalah aplikasi yang berbasis open source yang disediakan oleh oracle baik untuk system operasi windows, Mac Os, linux dan Solaris OS untuk menginstall virtual machine didalam machine atau system operasi yang sudah ada. Contoh kasus kita sudah mempunyai system operasi Windows Seven, karena kita ingin belajar untuk menggunakan system operasi lain seperti linux atau Mac Os maka kita ingin menginstall OS tersebut ke PC kita yang pada awalnya sudah mempunyai system operasi.
Untuk contoh kasus ini kita tidak usah menginstall OS tersebut dengan menyediakan partisi baru untuk membuat dual boot tetapi cukup kita membuat Virtual Machine di PC kita dengan cara menginstall program Virtual Box ke PC atau Laptop kita dan menginstall OS Virtual di Virtual Box.
Silahkan Klick disini untuk download Virtual Box 4.2.12

Langkah - langkah membuat Virtual Machine
Download software  VirtualBox
  1. Install VirtualBox
    Click Next 
    Click Next
    Click Next
    Click Next Untuk mengisntall virtual networking feature
    Click Install untuk melanjutkan proses penginstallan
    Click Next
    Click Next
    Click install untuk menginstall
    Click install

    Click Finish Selanjutnya adalah langkah untuk menginstall OS ubuntu di Virtual Machine yang telah di install

    Jalankan Virtualbox Seperti Gambar ini


  2. Click New maka akan muncul window Create New Virtual Mechine maka click Next.
    Isi form Name dan di pilihan Operation System silahkan anda memilih linux Dan pili Version Ubuntu seperti gambar ini









    Selanjutnya click next dan kita masuk ke tahap menentukkan besar memory yang anda perluh, standardnya 512 MB. Click Next.
    Di Tahap Virtual Hard Disk silahkan pilih Create New Hard Disk dan Next, dan Next lagi kita masuk ke tahap menentukkan besar virtual disk file location yang anda perluh, standardnya 8 Giga dan click Create maka akan muncul gambar seperti
    dari gambar diatas menunjukkan bahwa anda sudah berhasil menginstall Virtual Machine di dalam Machine atau OS anda. Maka langkah selanjutnya adalah menginstall OS ubuntu di Virtual machine kita. langsung saja.... hehehe
    => Click Start
    => Muncul Window Firts Run Winzard dan Click "Next"
    => Click di icon Folder yang ada di bagian kanan dan pilih ISO ubuntu dan Click "Start" maka akan muncul tampilan


    =>  Tahap Install, pilih bahasa yang diinginkan dan pilih Try Ubuntu untuk menjalangkan ubuntu live dan Click Install Ubuntu untuk menginstall ubuntu ke system anda, disini anda haru click Install Ubuntu
    => Click Forward
    => Di Allocate Drive Space silahkan anda pilih "Specify Partition Manually" dan Click Forward
    => Di Allocate Drive silahkan click "New Partition Table" maka muncul jendela kecil "Create New Empty partition" dan anda cukup pilih "Continue"

    =>Pilih "Install Now" dan muncul tampilan

    => Isi data anda di tampilan selanjutnya dan jangan lupa password. dan click Forward.
    => Tunggu sampai proses penginstallannya selesai maka system akan restart dan muncul tampilan seperti gambar di bawah....heheheh
    Dari Gambar diatas menunjukkan anda sudah selesai menginstall Ubuntu 10.10 ke Virtual Machine anda... Semoga artikel ini bermanfaat bagi sahabat... 

setting jaringan di ubuntu lewat terminal



Dasar-dasar untuk jaringan yang didasarkan pada * nix host adalah Transport Control Protocol / Internet Protocol (TCP / IP) kombinasi dari tiga protokol. Kombinasi ini terdiri dari Internet Protocol (IP), Transport Control Protocol (TCP), dan Universal Datagram Protocol (UDP).

Secara default sebagian besar pengguna mengkonfigurasi kartu jaringan mereka selama instalasi Ubuntu. Anda dapat Namun, gunakan perintah ifconfig pada prompt atau shell grafis Ubuntu alat konfigurasi jaringan, seperti jaringan-admin, untuk mengedit perangkat jaringan sistem informasi atau untuk menambah atau menghapus perangkat jaringan pada sistem anda

Konfigurasi Network Interface Menggunakan Command-Line

Anda dapat mengkonfigurasi antarmuka jaringan dari baris perintah dengan menggunakan utilitas jaringan. Anda mengkonfigurasi jaringan anda dengan host klien baris perintah dengan menggunakan perintah untuk mengubah pengaturan Anda saat ini atau dengan mengedit beberapa file sistem.

Konfigurasi DHCP alamat untuk kartu jaringan anda

Jika Anda ingin mengkonfigurasi alamat DHCP anda perlu mengedit / etc / network / interfaces dan Anda harus memasukkan baris berikut menggantikan eth0 dengan antarmuka jaringan anda kartu

sudo vi /etc/network/interfaces
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
# The primary network interface - use DHCP to find our address
auto eth0
iface eth0 inet dhcp
Konfigurasi Static IP address untuk kartu jaringan anda
Jika Anda ingin mengkonfigurasi alamat IP statis anda perlu mengedit / etc / network / interfaces dan Anda harus memasukkan baris berikut menggantikan eth0 dengan antarmuka jaringan anda kartu
sudo vi /etc/network/interfaces
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.3.90
gateway 192.168.3.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.3.0
broadcast 192.168.3.255

 Setelah memasukkan semua detail yang Anda butuhkan untuk me-restart layanan jaringan dengan menggunakan perintah berikut

         sudo /etc/init.d/networking restart
 
Menyiapkan Kedua alamat IP atau alamat IP Virtual di Ubuntu
if you are a server system administrator or normal user some time you need to assign a second ipaddress to your Ubuntu machine.For this you need to edit the /etc/network/interfaces file and you need to add the following syntax. Below one is the only example you need to change according to your ip address settings
sudo vi /etc/network/interfaces
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
auto eth0:1
iface eth0:1 inet static
address 192.168.1.60
netmask 255.255.255.0
network x.x.x.x
broadcast x.x.x.x
gateway x.x.x.x
Anda harus memasukkan semua detail seperti alamat, netmask, network, broadcast dan gateway nilai-nilai setelah memasukkan semua nilai menyimpan file ini dan Anda harus me-restart layanan jaringan di debian dengan menggunakan perintah berikut untuk berlaku Ipaddress baru kami.

Setelah memasukkan semua detail yang Anda butuhkan untuk me-restart layanan jaringan dengan menggunakan perintah berikut
        sudo /etc/init.d/networking restart

Mengatur hostname ubuntu stytemMengatur hostname anda atas instalasi ubuntu sangat mudah. Anda dapat langsung query, atau menetapkan, nama host dengan perintah hostname.
Sebagai pengguna Anda dapat melihat nama host Anda saat ini dengan
 
        sudo /bin/hostname 

Contohe
Untuk mengatur nama host anda dapat langsung menjadi root dan run..

        sudo /bin/hostname newname  
Ketika boot sistem anda akan secara otomatis membaca nama host dari file / etc / hostname
Setting up DNS
Ketika datang ke DNS setup Ubuntu tidak berbeda dari distro lain. Anda dapat menambahkan nama host dan alamat IP ke file / etc / hosts untuk pencarian statis.
Menyebabkan mesin anda untuk berkonsultasi dengan nama server tertentu untuk pencarian Anda cukup menambahkan alamat mereka ke / etc / resolv.conf.
Sebagai contoh suatu mesin yang harus melakukan lookup dari DNS server pada alamat IP 192.168.3.2 akan memiliki file resolv.conf tampak seperti ini
 
sudo vi /etc/resolv.conf
masukkan rincian berikut
search test.com
nameserver 192.168.3.2

Setting Ubuntu Sebagai Gateway Router


Gateway adalah server atau alat jaringan yang menjadi pintu gerbang jaringan lokal dengan jaringan luar (internet). Gateway sering juga disebut dengan router. Router populer yang sering dipakai adalah sisco dan Mikrotik. Router sering dipakai agar satu koneksi internet bisa dipakai oleh banyak komputer di LAN. Ubuntu bisa dijadikan gateway untuk jaringan LAN yang kita buat tanpa harus membeli router yang mahal. Catatan penting disini, Komputer ubuntu minimal mempunyai dua Interace jaringan agar komputer bisa dijadikan gateway. Sebagai contoh, kita akan membuat Gateway dengan ubuntu dengan konfigurasi sebagai berikut :

Ip public (eth0):117.103.101.101 /24
Gateway public :117.103.101.1 

IP local (eth1):192.168.55.1/24
Netmask:255.255.255.1
DNS:8.8.8.8, 8.8.4.4
Langkah utama ada 4 yaitu :
  1. Seting IP di eth0 dan eth1
  2. seting IP Forwarding
  3. Setting NAT
  4. Testing di client

Seting /etc/network/interface

# Begin of /etc/network/interfaces
# This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).

# The loopback network interface
auto lo,eth0,eth1

iface lo inet static
#seting IP public 
iface eth0 inet static
      address 117.103.101.101
      network 117.103.101.0
      netmask 255.255.255.0
      broadcast 117.103.101.255
      gateway 117.103.101.1
#setting IP LAN
iface eth1 inet static
      address 192.168.55.1
      network 192.168.55.0
      netmask 255.255.255.0
      broadcast 192.168.44.255
      gateway 192.168.55.1

Setting IP forwading

edit file /etc/sysctl.conf
net.ipv4.ip_forward = 1

Setting NAT

#iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
Selanjutnya, restart jaringan
sudo service networking restart 

Testing

Setting IP di salah satu client dengan konfigurasi berikut :
ip:192.168.55.100
netmask:255.255.0
gateway:192.168.55.1
DNS:8.8.8.8
Selanjutnya, Ping ke DNS Google 8.8.8.8.
Jika OK, yang terakhir cek DNS dengan cara
$ nslookup detik.com
Server:  google-public-dns-a.google.com
Address:  8.8.8.8
Non-authoritative answer:
Name:    detik.com
Addresses:  2402:a000:0:1::100
          203.190.241.43
          203.190.242.69
Jika ada jawaban dari DNS maka seting gateway sudah ok. Jika belum? tanya forum atau teman yang lebih tahu :).

Seting DHCP server di Linux

Melakukan seting IP di komputer yang banyak satu persatu tentunya pekerjaan yang merepotkan. Karenanya, munculah teknologi seting IP secara otomatis, teknologi ini bernama DHCP server. DHCP server di implementasikan di sebagian besar perangka jaringan. Mikrotik, Akses Point, Modem dan server biasanya sudah menyediakan fitur ini. Namun seandainya kita ingin membuat server DHCP sendiri menggunakan ubuntu pun caranya tidak susah kok.Cukup Tiga langkah utama yaitu Install, seting dan testing.
Sebagai contoh disini, kita akan membuat jaringan dengan range IP sebagai berikut :

range ip :192.168.55.101-110
netmask :255.255.255.0
gateway:192.168.55.1
DNS1:8.8.8.8
DNS2:8.8.4.4

Install

Paket DHCP server di ubuntu bernama isc-dhcp-server, cara installnya
sudo apt-get install isc-dhcp-server

seting

edit file /etc/dhcp/dhcpd.conf
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;

option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.55.255;
option routers 192.168.55.1;
option domain-name-servers 8.8.8.8, 8.8.4.4;
option domain-name "yourdomainname.com";

subnet 192.168.55.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.55.101 192.168.55.120;
}

restart DHCP

sudo service isc-dhcp-server restart

Testing

Silahkan seting client linux atau windows di Network preference /network properties agar IP di setting DHCP (automatic). Di windows, cek dengan perintah ipconfig untuk mengecek apakah komputer tersebut mendapat ip dari dhcp server. Pemakai Linux desktop bisa mengecek dengan perintah ifconfig .

Selasa, 25 Februari 2014

Membuat multi LAN atau banyak jaringan di Ubuntu



Judul ini mungkin terasa jadul atau mudah untuk dilakukan dan mungkin sebagian orang sudah banyak yang tau dan dianggap tidak bermanfaat tapi bagi yang belum tau mungkin bisa bermanfaat.
Awalnya karena seringnya Laptop ane keluar kota dan pasti setiap kota tujuan memiliki jaringan yang berbeda yang dibangun melalui VPN (virtual private network), sudah ngertilah ya sama vpn, kalau menurut ane contohnya "sebuah perusahaan memiliki kantor cabang dalam kota maupun luar kota. Agar antara pusat dan cabang dapat berkomunikasi satu jaringan lokal dibagunlah vpn itu, pastinya setiap kantor cabang memiliki konfigurasi (ip) yang beda tapi masih satu kelas ip." kalau pengertian dari sumber lain kayak gini :
"VPN adalah singkatan dari virtual private network, yaitu Sebuah cara aman untuk mengakses local area network yang berada pada jangkauan, dengan menggunakan internet atau jaringan umum lainnya untuk melakukan transmisi data paket secara pribadi, dengan enkripsi Perlu penerapan teknologi tertentu agar walaupun menggunakan medium yang umum, tetapi traffic (lalu lintas) antar remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site."
"VPN adalah suatu jaringan privat (biasanya untuk instansi atau kelompok tertentu) di dalam jaringan internet (publik), dimana jaringan privat ini seolah-olah sedang mengakses jaringan lokalnya tapi menggunakan jaringan public."
Kalau masih kurang jelas tanya mbah google aje.
Oke langsung kepokok permasalahan, ane melakukan ini menggunakan ubuntu 13.04. Misalnya jaringan ane ada yang pusat dan beberapa kota. 
Dilaptop ane udah ane buar jaringan kantor pusat dan cabang Semarang, Bandung atau LAN DHCP.. pada saat ane ke cabang lain ketika colok kabel LAN tinggal klik lan dengan nama kota yang udah ane buat. cara buat seperti ibu cukup mudah. lihat gambar berikut:
Pada icon LAN klik dan pilih menu Edit Connections... pada menu 
Untuk menambahkan lan kota lain tinggal pilih add, misalnya bandung:
Inputkan ip address, netmask, gateway, DNS Server dan domainnya. setelah selesai tinggal save. perhatikan menu-menu barnya jangan lupa pilih IPv4 settings dan Method -> Manual. dan begitu juga seterusnya untuk menambahkan LAN di kota tujuan berikutnya. dengan penambahan lan tersebut kita tidak perlu ribet harus gonta ganti ip pada network kita saat di kota lain.

Instal Samba di Ubuntu 10.10

Berhubung ubuntu nya udah install-an tahun jebot, jadi ternyata mesti di cek dulu paket repository yg dipakai oleh ubuntunya. Kenapa? Karena kalau pakai repo dari luar, bisa jadi repo nya udah invalid, dan proses downloadnya juga lama. List repo lokal ubuntu 10.10 bisa diliat disini.

This's it the recipe ...


  1. Masuk sebagai root


  2. neki@ubuntu:~$ sudo -s
    [sudo] password for neki:


  3. Ubah repo


  4. root@ubuntu:~# nano /etc/resolv.conf
    deb http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse
    deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick main restricted universe multiverse

    deb http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse
    deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-updates main restricted universe multiverse

    deb http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse
    deb-src http://kambing.ui.edu/ubuntu/ maverick-security main restricted universe multiverse


  5. Lakukan update ubuntu terlebih dahulu


  6. apt-get update


  7. Install samba ........


  8. apt-get install samba


  9. Configurasi samba


  10. root@ubuntu:/home# useradd neki
    root@ubuntu:/home# smbpasswd -a neki
    New SMB password:
    Retype new SMB password:


    Restart samba


  11. service smbd restart
    atau
    /etc/init.d/smbd restart


Terenggg ............. saatnya mengakses melalui tool ftp (disini saya pake winscp)


Melihat informasi Jaringan di Linux

Setelah sebelumnya membahas cara melihat informasi hardware dan sofware, kali ini kita akan membahas cara melihat informasi jaringan di Linux. Beberapa informasi yang bisa didapat adalah informasi interface card, ip address, service yang berjalan dan user yang sedang aktif.

Melihat interface card

gunakan perintah ifconfig |grep "HWaddr"
candra@candra-ubuntu:~$ ifconfig |grep "HWaddr"
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:90:f5:8a:18:eb  
wlan0     Link encap:Ethernet  HWaddr 00:22:43:8b:43:a3 
Dari contoh diatas, ada 2 card yang terpasang yaitu eth0 (LANcard) dan wlan0(perangkat wireless lan).

melihat IP dan konfigurasi jaringan

Info IP static
Untuk interace yang diseting secara manual, cukup buka file /etc/network/interface
candra@candra-ubuntu:~$ cat /etc/network/interfaces 
# interfaces(5) file used by ifup(8) and ifdown(8)
auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet static 
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0

IP dinamis
IP dinamis adalah ip yang didapat dari DHCP server. Jika anda embuka file /etc/network/interface, anda tidak akan menemukan ip address disana. Untuk melihat ip, gateway dan dns, gunakan perintah ifconfig, route -n, dan cat /etc/resolv.conf secara berurutan seperti contoh dibawah ini .
candra@candra-ubuntu:~$ ifconfig wlan0|grep inet
          inet addr:192.168.55.101  Bcast:192.168.55.255  Mask:255.255.255.0
          inet6 addr: fe80::222:43ff:fe8b:43a3/64 Scope:Link
candra@candra-ubuntu:~$ route -n
Kernel IP routing table
Destination     Gateway         Genmask         Flags Metric Ref    Use Iface
0.0.0.0         192.168.55.1    0.0.0.0         UG    0      0        0 wlan0
169.254.0.0     0.0.0.0         255.255.0.0     U     1000   0        0 eth0
192.168.1.0     0.0.0.0         255.255.255.0   U     0      0        0 eth0
192.168.55.0    0.0.0.0         255.255.255.0   U     9      0        0 wlan0
candra@candra-ubuntu:~$ cat /etc/resolv.conf 
# Dynamic resolv.conf(5) file for glibc resolver(3) generated by resolvconf(8)
#     DO NOT EDIT THIS FILE BY HAND -- YOUR CHANGES WILL BE OVERWRITTEN
nameserver 8.8.8.8
nameserver 8.8.4.4

Melihat service yang sedang berjalan

Server linux biasanya menjalankan banyak layanan. Layanan ini disebut juga dengan service atau deamon. Untuk melihat service yang bejalan, gunakan printah nmap localhost.
tarting Nmap 6.00 ( http://nmap.org ) at 2012-12-13 14:27 WIT
Nmap scan report for localhost (127.0.0.1)
Host is up (0.00047s latency).
rDNS record for 127.0.0.1: localhost.localdomain
Not shown: 990 closed ports
PORT     STATE SERVICE
21/tcp   open  ftp
22/tcp   open  ssh
53/tcp   open  domain
80/tcp   open  http
139/tcp  open  netbios-ssn
443/tcp  open  https
445/tcp  open  microsoft-ds
631/tcp  open  ipp
3128/tcp open  squid-http
3306/tcp open  mysql

Dari hasil nmap, kelihatan service apa saja yang sedang berjalan diserver.

Melihat user yang aktif

Linux adalah OS yang mulitasking sekaligus multiuser, oleh karenanya dalam satu server bisa login banyak user (biasanya pakai telnet atau SSH). Jika kita ingin melihat user yang sedang aktif. gunakan perintah who . Dulu sewaktu saya kuliah, satu server di pakai oleh puluhan mahasiswa untuk belajar sistem operasi atau jaringan komputer. Tentunya dengan memanfaatkan remote login dengan memanfaatkan tool puTTY.
14:32:48 up 35 min,  3 users,  load average: 0.28, 0.33, 0.45
USER     TTY      FROM             LOGIN@   IDLE   JCPU   PCPU WHAT
candra   pts/4    :0.0             14:16    2:11   0.28s  0.28s bash
candra   pts/5    :0.0             14:30    0.00s  0.13s  0.00s w
Untuk materi selanjutnya akan membahas tentang cara mendapatkan informasi bantuan suatu perintah di linux

Kupas Tuntas Perintah ipconfig


ipconfig adalah tool di Command prompt yang dipakai untuk melihat informasi jaringan atau informasi IP yang terpasang di Network adapter. Sebenarnya fungsi ipconfig bukan hanya itu, masih ada beberapa fungsi lain yang sangat bermanfaat untuk mengatasi troubleshooting jaringan atau menset ulang jaringan, terutama yang menggunakan jaringan dengan DHCP. Mari kita telusuri lebih dalam perintah ini dengan menggunakan contoh penggunaan dan hasilnya.

melihat konfigurasi jaringan dasar

perintah ipconfig

Output
   Connection-specific DNS Suffix  . :
        IP Address. . . . . . . . . . . . : 192.168.55.60
        Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0
        Default Gateway . . . . . . . . . : 192.168.55.1
        DHCP Class ID . . . . . . . . . . : Candralab

Melihat informasi lengkap konfigurasi jaringan

perintah ipconfig /all

Output
Ethernet adapter wlan:

        Connection-specific DNS Suffix  . :
        Description . . . . . . . . . . . : Realtek RTL8187B Wireless 802.11b/g
54Mbps USB 2.0 Network Adapter
        Physical Address. . . . . . . . . : 00-xx-xx-1C-81-xx
        Dhcp Enabled. . . . . . . . . . . : Yes
        Autoconfiguration Enabled . . . . : Yes
        IP Address. . . . . . . . . . . . : 192.168.55.60
        Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0
        Default Gateway . . . . . . . . . : 192.168.55.1
        DHCP Class ID . . . . . . . . . . : Candralab
        DHCP Server . . . . . . . . . . . : 192.168.55.1
        DNS Servers . . . . . . . . . . . : 192.168.55.1
                                            130.170.11.1
        Lease Obtained. . . . . . . . . . : 16 Oktober 2012 13:03:57
        Lease Expires . . . . . . . . . . : 16 Oktober 2012 15:03:57
ipconfig /all akan menampilkan informasi detail tentang konfigurasi jaringan, termasuk Info DHCP server dan mac Address.

Mereset Ip

perintah ipconfig /release

output
        Connection-specific DNS Suffix  . :
        IP Address. . . . . . . . . . . . : 0.0.0.0
        Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 0.0.0.0
        Default Gateway . . . . . . . . . :
        DHCP Class ID . . . . . . . . . . : Candralab
beberapa virus dan worm memanfaatkan perintah agar komputer tidakbisa terkoneksi ke jaringan. inti dari perintah ini adalah mengosongkan konfigurasi ip.

Memperbaharui konfigurasi IP

Dipakai untuk merefesh konfigurasi IP atau mendapatkan ip baru untuk jaringan yang menggunakan DHCP server. lawan dari ipconfig /release
perintah ipconfig /renew

hasil
    Connection-specific DNS Suffix  . :
        IP Address. . . . . . . . . . . . : 192.168.55.60
        Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0
        Default Gateway . . . . . . . . . : 192.168.55.1
        DHCP Class ID . . . . . . . . . . : Candralab

Menampilkan cache DNS

menampilkan data DNS yang sudah tercache di komputer
perintah ipconfig /displaydns
......
  talk.google.com
  ----------------------------------------
  Record Name . . . . . : talk.google.com
  Record Type . . . . . : 5
  Time To Live  . . . . : 233
  Data Length . . . . . : 4
  Section . . . . . . . : Answer
  CNAME Record  . . . . : talk.l.google.com
....

Membersihkan CacheDNS

menghapus semua CacheDNS di komputer
perintah ipconfig /flushdns

merefesh DNS

perintah ipconfig /registerdns
memperbaharui semua DNS cache yang tersimpan di komputer.
Selain perintah diatas, masih ada tiga perintah lagi, namun jarang dipakai yaitu
  • ipconfig /? Menampilkan help dari perintah ipconfig
  • ipconfig /showclassid menampilkan class ID di dhcp server
  • ipconfig /setclassid Menset class ID untuk komputer.
Untuk memahami paramater showclassid dan setclassid anda harus memahami setting DHCP lanjut di server. Untuk pengguna rumahan atau kantor kecil, perintah tersebut tidak berefek. Umumnya perintah tersebut dipakai di jaringan perusahaan yang mempunyai banyak komputer. Classid dipakai untuk menentukan ip yang akan didapat oleh client. Sebagai contoh jaringan terbagi menjadi dua yaitu lantai1 dan lantai2. Nah diserver DHCP diatur range lantai1 192.168.1.1-192.168.1.10 dan di lantai2 rangeip yang didapat 172.168.1.1-172.168.1.10. ClassId dari clientlah yang nantinya menentukan apkah dia akan mendapatkan ip 192.168.1.1-192.168.1.10 atau 172.168.1.1-172.168.1.10.
Gimana? tuntas bukan? sekarang tahukan kalau ipconfig adalah tool powerfull? selamat mencoba!

Membangun Proxy Server Dengan Ubuntu

Proxy dapat dipahami sebagai pihak ketiga yang berdiri ditengah-tengah antara kedua pihak yang saling berhubungan dan berfungsi sebagai perantara, sedemikian sehingga pihak pertama dan pihak kedua tidak secara langsung berhubungan, akan tetapi masing-masing berhubungan dengan perantara, yaitu Proxy.

Sebuah analogi; bila seorang mahasiswa meminjam buku di perpustakaan, kadang si mahasiswa tidak diperbolehkan langsung mencari dan mengambil sendiri buku yang kita inginkan dari rak, tetapi kita meminta buku tersebut kepada petugas, tentu saja dengan memberikan nomor atau kode bukunya, dan kemudian petugas tersebut yang akan mencarikan dan mengambilkan bukunya. Dalam kasus diatas, petugas perpustakaan tersebut telah bertindak sebagai perantara atau Proxy. Petugas tersebut juga bisa memastikan dan menjaga misalnya, agar mahasiswa hanya bisa meminjam buku untuk mahasiswa, dosen boleh meminjam buku semua buku, atau masyarakat umum hanya boleh meminjam buku tertentu.
Mungkin proses tersebut menjadi lebih lama dibandingkan bila kita langsung mencari dan mengambil sendiri buku yang kita inginkan. Namun bila saja setiap kali petugas mencari dan mengambil buku untuk seseorang, si petugas juga membuat beberapa salinan dari buku tersebut sebelum memberikan bukunya kepada orang yang meminta, dan menyimpannya di atas meja pelayanan, maka bila ada orang lain yang meminta buku tertentu, sangat besar kemungkinan buku yang diminta sudah tersedia salinannya diatas meja, dan si petugas tinggal memberikannya langsung. Hasilnya adalah layanan yang lebih cepat dan sekaligus keamanan yang baik.
1. Instalasi
Pertama-tama install terlebih dahulu squid melalui synaptic atau melalui command prompt dengan cara :
#sudo apt-get install squid
Setelah selesai maka Squid langsung dapat di konfigurasikan dengan cara :
#sudo vi /etc/squid/squid.conf
Tetapi sebelum di edit terlebih dahulu backup dulu file aslinya agar kalau rusak bisa dikembalikan ke default :
#sudo cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.bak
2. Konfigurasi Squid
Selanjutnya konfigurasi script Squid :
#sudo vi /etc/squid/squid.conf
Akan muncul file konfigurasi squid yang sangat panjang, berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan….
a. HTTP Port : Merupakan port yang digunakan untuk menjalankan Squid
http_port 8080
b. Visible Host Name : Agar jika terjadi error Squid dapat menemukan hostname yang valid
visible_hostname localhost
localhost bisa diganti menjadi ip (e.g 192.168.0.254) atau domain seperti proxy.anu.com
c. Cache Manager : Untuk mendefinisikan email address dari Cache Manager Squid
cache_mgr admin@domain.com
d. Direktori Cache Squid : Mendefinisikan letak direktori squid beserta besarannya.
Angka 500 menunjukkan ukuran direktori dalam MB
Angka 16 menunjukkan jumlah sub direktori tingkat 1
Angka 256 menunjukkan jumlah subdirektori tingkat 2 dari subdirektori tingkat 1
Jumlah diatas makin besar makin baik
cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256
e. Filtering : Ini merupakan bagian terpenting dari Squid, dengan ini kita bisa mngatur rule-rule, dari mulai siapa saja yang bisa mengakses internet sampai website apa yang diizinkan untuk di akses.
Access List : Siapa saja yang dapat mengakses Internet
acl akses src 192.168.0.1/255.255.255.255
acl : merupakan perintah access list
akses : nama user yang memiliki IP atau group
src : merupakan source ip yang digunakan, bisa menggunakan range jika ingin membuat group
acl group-it src 192.168.0.1-192.168.0.12/255.255.255.255
Filtering Waktu : Memberikan izin akses berdasarkan waktu dan hari
acl waktu-akses time MTWHFA 08:00-16:00
acl : perintah access list
waktu-akses : caption untuk perintah acl
time : perintah squid utk mendefinisikan waktu
MTWHFA : merupakan perintah squid untuk mendefinisikan waktu M : Monday, T : Tuesday, etc…..
08:00-16:00 : Merupakan waktu yang diperbolehkan untuk memberikan akses internet ke pengguna
Filtering Website : Memfilter website apa saja yang tidak boleh diakses oleh pengguna.
Sebelumnya harus dibuat dulu suatu dokumen yang berisikan list-list url yang akan diblock, dengan perintah
#sudo vi /etc/squid/pornourl.txt
kemudian isikan dengan :
www.worldsex.com
www.17tahun.com
dll
Lalu berikan perintah squid pada file Squid.conf dengan perintah :
acl blokporno dstdomain “/etc/squid/pornourl.txt”
Filtering Keyword : Memfilter keyword yang dimasukkan oleh para pengguna, misalkan pengguna memasukkan kata ’sex’ di google maka Squid akan membloknya.
Sebelum menambahkan perintah di Squid.conf, kita harus membuat file yang berisikan keyword-keyword yang akan diblok dengan perintah :
#sudo vi /etc/squid/keywordblock.txt
Lalu isi dengan kata-kata yang akan di blok :
sex
porn
fuck
dll….
Dan berikan perintah di Squid.conf dengan perintah :
acl keywordblok url_regex -i “/etc/squid/keywordblock.txt”
Perintah-perintah filter ini cukup untuk membuat Squid Server sederhana,
Selanjutnya memberikan hak akses pada aturan-aturan yang telah dibuat sebelumnya. Di Squid perintahnya dinamakan http_access. Perintahnya adalah sebagai berikut :
http_access deny blokporno # men-deny semua url yang terdapat pada acl blokporno
http_access deny keywordblock # men-deny keyword yang ada pada acl keywordblock
http_access waktu-akses aku # Memperbolehkan acl waktu-akses pada acl user aku
http_access deny all # Men-deny semua user yang tidak terdaftar pada squid.conf
http_reply_access allow all #default
icp_access allow all #default
Kemudian jangan lupa men-save file konfigurasi squid.conf yang telah diedit dengan menggunakan perintah :
:wq #w : menyimpan q: keluar (Perintah vi)
Lalu pada command terminal anda ketikan perintah ;
#sudo squid -z
f. Transparent Proxy
Merupakan suatu teknik agar Squid Proxy menjadi transparent atau tidak terlihat, maksudnya jika biasanya kita memasukkan alamat proxy pada setiap browser (firefox, etc..), jika transparent proxy diterapkan maka pada browser tidak akan kelihatan kita memasukkan alamat proxy kita.
Sebelum memasukkan perintah transparent proxy pada squid, maka kita harus melakukan perintah iptable agar dapat meredirect port yang ada pada komputer client. Maksudnya jika squid kita set pada port 3128, maka permintaan client yang umumnya internet itu berada pada port 80 maka kita harus meredirect port 80 dari client tersebut ke port proxy kita yang berada pada port 3128.
IP Forwarding, agar transparent proxy dapat diterapkan, maka kita harus mengaktifkan Ip Forwarding
dengan memberikan nilai 1 pada file “/proc/sys/net/ipv4/ip_forward” dengan cara :
#sudo echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
Tetapi perintah tersebut harus kita jalankan auto startup, agar jika komputer squid mati kita tidak perlu repot2 menjalankan perintah tersebut secara terus menerus.
Berikutnya kita harus menjalankan ip_tables agar client dapat meredirect port squid server kita dengan perintah :
#sudo iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port 8800
Kemudian restart proxy dengan perintah :
#sudo /etc/init.d/squid restart

Cara Konfigurasi alamat IP di Ubuntu Server

Di tulisan ini akan dijelaskan bagaimana melakukan konfigurasi di Ubuntu server untuk memberikan alamat IP. Ada dua cara bagaimana kita dapat mengkonfigurasi alamat IP ini. Cara pertama adalah secara melakukan konfigurasi secara otomatis dan cara kedua adalah secara manual. Kali ini kita melakukan konfigurasi pengalamatan alamat IP secara manual. Pengalamatan IP secara manual ini memiliki dua sifat yaitu, permanen dan sementara(temporary) dan saya akan membahas keduanya, bagaimana kita melakukan konfigurasi yang sifatnya permanen dan konfigurasi yang sifatnya sementara.

A. Konfigurasi yang bersifat sementara
Kenapa saya bilang sementara? karena konfigurasi ini akan hilang apabila servis yang menanganinya direstart atau sistem operasi tersebut di restart. Berikut langkah-langkahnya:

1. Lihat kartu jaringan yang tersedia yang bisa dikonfigurasi dengan perintah ifconfig seperti yang terlihat pada gambar di bawah:

Dari gambar tersebut dapat kita ketahui bahwa terdapat satu kartu jaringan (eth0) yang bisa kita konfigurasi.
2. Misalnya saja, saya ingin mengkonfigurasi eth0 tersebut dengan alamat IP 192.168.0.1 dengan netmask 255.255.255.0, maka jalankan perintah:
sudo[spasi]ifconfig[spasi]eth0[spasi]192.168.0.1[spasi]netmask[spasi]255.255.255.0[enter]
3. Untuk melihat hasil konfigurasi gunakan perintah ifconfig, apabila muncul seperti tampilan di bawah berarti anda sudah berhasil melakukan konfigurasi alamat IP secara manual yang sifatnya temporari atau sementara.
4. Akan tetapi konfigurasi itu akan hilang apabila anda melakukan restart sistem operasi atau restart aplikasi yang menangani service jaringan di sistem tersebut. Lalu bagaimana agar konfigurasi alamat IP tersebut menjadi permanen? Akan dibahas pada penjelasan di bawah ini.
B. Konfigurasi yang bersifat permanen
Kenapa saya bilang permanen? karena konfigurasi ini tidak akan hilang apabila servis yang menanganinya direstart atau sistem operasi tersebut di restart. 
Berikut langkah-langkahnya:
1. Anda sudah tahu, bahwa sistem memiliki satu buah kartu jaringan (eth0) dari pengecekan sebelumnya. Kemudian pada terminal anda bisa edit file (saya menggunakan editor vim) yang terletak di /etc/network/interfaces dengan perintah:
sudo vim /etc/network/interfaces
jika anda belum familiar menggunakan editor vim, anda bisa membaca artikel saya yang berjudul "Teknik dasar menggunakan editor vim di terminal".
2. Lalu anda bisa tambahkan konfigurasi di bawah pada file tersebut kemudian save:
auto eth0
iface eth0 inet static
        address 192.168.0.1
        netmask 255.255.255.0
        network 192.168.0.0
        broadcast 192.168.0.255
Simpan kemudian silakan restart sistem operasi anda, atau gunakan perintah dibawah untuk restart aplikasi service yang menangani jaringannya
sudo service networking restart
maka konfigurasi anda tidak akan hilang dan anda tidak perlu melakukan konfigurasi ulang.

Untuk menambahkan konfigurasi DNS anda bisa membaca tulisan saya sebelumnya yang berjudul "Konfigurasi DNS di Ubuntu". Untuk menambahkan alamat default gateway, anda bisa membaca tulisan saya yang berjudul "Konfigurasi default gateway di Ubuntu".
Selamat mencoba :)

Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box

VirtualBox adalah aplikasi virtual mesin yang memungkinkan Anda untuk menginstall Sistem Operasi (SO) lain, dan dijalankan bersamaan di atas sistem operasi induknya. VirtualBox adalah aplikasi open source keluaran Sun MicroSystem (sekarang diakuisisi oleh Oracle) yang ditargetkan untuk Server, desktop dan penggunaan embedded.
Selain digunakan untuk mencoba aplikasi OS lain, virtual box juga bisa digunakan untuk membuat virtualisasi jaringan komputer sederhana.
Dalam artikel ini penulis akan membahas bagaimana langkah-langkah membuat jaringan komputer sederhana (virtual) dengan Virtual Box, sebelum memulai langkah, kita harus menginstal dulu aplikasi virtual box, caranya ada di artikel ini, (catatan = penulis menggunakan host Mac OS X, guestnya Windows XP dan Linux Ubuntu 10.10), kemudian setelah itu kita merencanakan bagaimana model jaringan yang akan kita buat, penulis akan memberi contoh sebagai berikut untuk model jaringannya.
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box Imagesebagai komputer induk yaitu komputer yang ber-OS MacOS X, kemudian guestnya yaitu sistem operasi Windows XP dan Ubuntu 10.10.
kita langsung mulai saja bagaimana langkah-langkahnya membuat jaringan komputer sederhana dengan model diatas.
  • Jalankan aplikasi virtual box anda
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box ImagePilih setting, kemudian pilih network, ganti piliha Attached to menjadi Bridged Adapter (lakukan di kedua guest, XP dan Ubuntu)
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box Image
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box Image
  • Kemudian buat wireless add-hoc di komputer host
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box Image
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box ImageAtur penomeran IP seperi contoh pada gambar model
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box ImageJalankan komputer guest, Windows XP dan Ubuntu
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box Image
  • Masuk ke guest XP, atur IP guest XP dengan cara Control Panel ->  Network Conncetion -> klik kanan pilih properties padanetwork yang sedang aktif -> pilih TCP/IP
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box Image
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box ImageAtur IP guest XP sesuai dengan model.
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box ImageCek koneksi jaringan dengan cara buka Command Prompt, terus ketikkan ping ip dari host Mac OS. Jika sukses maka akan muncul pesan sebagai berikut.
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box ImageSukses! Buat yang windows XP, sekarang waktunya konfigurasi guest Ubuntu.
Masuk ke System -> Preferences -> Network Configuration
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box ImagePilih wired, kemudian Auto Ethernet, lalu pilih tombol Edit
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box ImageAtur IP guest Ubuntu sesuai dengan gambar model.
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box ImageOke, konfigurasi selesai, saatnya mengecek sukses atau tidak, dengan masuk ke terminal, kemudian ping IP ke host Mac OS atau ping ke guest Windows XP.
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box Image
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box ImageDone!, untuk mengecek keseluruhan jaringan, maka kita ping dari satu ke yang lainnya.
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box Image
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box Image
Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box Image
Jadi, virtual box banyak sekali manfaatnya, salah satunya tutorial diatas, yaitu membangun jaringan sederhana, daripada kita beli PC / laptop secara fisik hanya untuk belajar jaringan, dengan virtual box kita tidak mengeluarkan sepeser uang pun untuk belajar jaringan sederhana karena Virtual Box juga berlabel freeware alias software gratis. Selamat Belajar! Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box Image

Tutorial: Langkah langkah instalasi Ubuntu Server




Di tulisan kali ini, saya akan membahas langkah-langkah sederhana melakukan instalasi sistem operasi Ubuntu Server. Pada proses yang saya tulis disini, saya melakukan instalasi sistem operasi Ubuntu Server pada komputer jenis rack server merk HP Proliant DL 380 G6. Spesifikasi hardisk yang saya gunakan adalah 3 buah hardisk yang terdiri dari 300GB dan 2TB (@ 1 TB) yang saya konfigurasi RAID 10 sehingga menjadi kapasitas total 300GB dan 1TB saja. Mungkin di artikel selanjutnya akan saya tulis bagaimana melakukan konfigurasi RAID pada hardisk atau pengetahuan tentang apa itu RAID. Kedua partisi tadi saya bagi menjadi 2 bagian dimana salah satu akan menjadi filesystem (300GB) dan partisi satunya akan menjadi data (1TB). Saya memang sengaja memisahkan antara partisi khusus yang akan saya gunakan untuk menyimpan data dengan partisi yang saya gunakan untuk file sistem operasi. Untuk mendownload sistem operasi Ubuntu Server anda bisa menuju link berikut. Langkah langkah instalasi sistem operasi Ubuntu Server ini sebenarnya sama saja dengan sistem operasi Ubuntu Desktop, hanya saja tampilan antar muka pada proses instalasi ini sangat sederhana (geek), jadi jangan takut untuk mencobanya ya. Berikut akan saya bahas langkah-langkahnya:
1. Masukkan CD/DVD Bootable Ubuntu server ke dalam PC anda lalu silakan restart, jangan lupa set terlebih dahulu pada BIOS agar PC melakukan Boot dari media DVD/CDROM anda, sehingga tertampil seperti pada gambar di bawah, kemudian silakan memilih opsi Install Ubuntu Server:
2. Pada langkah ke dua pilih bahasa yang akan anda gunakan untuk proses instalasi, saya disini memilih bahasa Inggris (English) seperti pada gambar di bawah:
3. Berikutnya anda diminta untuk memilih negara yang anda tempati untuk zona waktu anda di negara mana anda melakukan instalasi Ubuntu server ini, dimana saya memilih Indonesia seperti pada gambar di bawah:

4. Kemudian anda akan diminta memilih locale setting, saya kurang mengerti maksud dari locale setting ini, sehingga saya memilih United States sebagai settingan locale setting ini, seperti pada gambar di bawah:
5. Lalu anda diminta untuk melakukan konfigurasi keyboard yang nanti akan anda gunakan, anda diberi opsi untuk memilih secara manual, atau jika anda tidak tahu keyboard apa yang akan anda gunakan anda bisa meminta untuk melakukan pendeteksian secara otomatis keyborad yang akan anda gunakan, disini say memilih untuk melakukan pilihan secara manual, dengan memencet opsi NO seperti gambar di bawah:
6. Pada langkah ini, anda akan memilih jenis keyboard dari negara mana yang anda gunakan, disini saya memilih Inggris US (English US).
7. Lalu anda diminta memilih pola tombol milik negara mana yang anda gunakan, disini saya memilih jenis keyboard dengan bahasa Inggris US (English US) seperti pada gambar di bawah:
8. Lalu loading ….. sabar ya :P
9. Langkah berikutnya adalah konfigurasi kartu jaringan (jika komputer anda ada kartu jaringannya), di gambar bawah tertampil 4 kartu jaringan, karena memang di komputer HP Proliant DL 380 G6 secara onboard terpasang 4 buah kartu jaringan, saya memilih eth0 untuk saya konfigurasi terlebih dahulu.
10. Secara otomatis, proses instalasi akan mencari server DHCP untuk melakukan konfigurasi secara otomatis, jika tidak menemukan server DHCP, maka akan timbul pesan error seperti di bawah, tapi jangan takut, silakan klik continue seperti pada gambar di bawah:
11. Berikutnya anda akan diminta memilih, apakah akan mencoba mencari lagi server DHCP atau akan melakukan konfigurasi secara manual, saya memilih konfigurasi secara manual seperti pada gambar di bawah:
12. Pada gambar di bawah saya memasukkan alamat IP 192.168.0.250
13. Kemudian netmask 255.255.255.0
14. Default Gateway pada IP 192.168.0.10
15. Alamat DNS server yang saya gunakan adalah alamat IP 192.168.0.253
16. Lalu nama hostname Ubuntu Server yang akan digunakan, saya menggunakan server5 seperti pada gambar di bawah:
17 Kemudian masukkan nama domain yang anda pakai seperti pada gambar di bawah:
18. Langkah berikutnya, anda diminta memasukkan nama lengkap user yang akan anda gunakan di dalam sistem:
19. Lalu anda akan diminta memasukkan nama user untuk login ke dalam sistem, perlu anda ketahui, user root tidak akan secara otomatis ada di dalam system anda harus mengaktifkannya, langkah langkah untuk mengaktifkan user root bisa anda baca di artikel "Mengaktifkan user root di Ubuntu" :
20. Kemudian anda diminta membuat password untuk user login yang barusan anda masukkan:
21. Lalu anda diminta untuk memasukkan lagi password yang anda buat sekali lagi untuk memverifikasi bahwa password yang tadi anda masukkan tidak salah pencet tombol/ ketik.
22. Pada langkah berikutnya, anda diminta memilih apakah folder home anda akan di enkripsi atau tidak, disini saya memilih tidak (tidak ada alasan khusus untuk ini kenap saya memilih tidak untuk melakukan enkripsi pada home folder saya):
23. Lalu anda diminta memastikan zona waktu yang anda gunakan, disini secara otomatis sistem memilih Asia/Jakarta karena langsung terhubung oleh internet dan menggunakan server NTP untuk menentukan waktu.
24. Kemudian anda akan diminta memilih metode partisi apa yang akan anda gunakan, disini saya memilih manual seperti pada gambar di bawah:
25. Disitu terlihat dua buah hardisk, sda dan sdb. Seperti yang telah saya utarakan di awal tulisan kapasitas Hardisk saya adalah 300 GB dan 1TB (RAID 10). Saya memilih yang 300GB dulu yang akan saya partisi seperti pada gambar di bawah:
26 Anda akan diminta membuat sebuah tabel partisi di hardisk 300GB tersebut, dan saya memilih yes (di gambar belum saya geser ke opsi yes, maap :P)
27. Disitu terlihat bahwa tersedia space sebesar 300GB pada sda, lalu saya pilih pad abagian FREE SPACE seperti pada gambar di bawah:
28. Kemudian saya memilih create new partition pada langkah berikutnya seperti pada gambar di bawah:
29. Saya alokasikan 290GB untuk partisi baru dari total 300GB, sehingga menyisakan 10GB FREE SPACE seperti pada gambar dibawah:
30. Saya memilih partisi baru tersebut dengan tipe primary partition seperti pada gambar di bawah:
31 Lalu anda akan diminta untuk memilih mau membuat partisi baru tersebut dari depan atau belakang dari kapasitas yang tersedia, saya memilih dari depan sehingga memilih opsi Beginning seperti pada gambar di bawah:
32. Pada setting partisi, saya menggunakan file system Ext4, lalu mount point / dan tetek bengek lainnya seperti pada gambar di bawah, kemudian DONE:
33. Voila?! Partisi baru tercipta untuk menaruh system operasi Ubuntu server saya yang baru, di gambar bawah terlihat ada sis a Free SPACE sekitaran 10GB, itu nanti akan saya gunakan sebagai SWAP memory, silakan piluh Free SPACE 10GB tersebut lalu ENTER, seperti pada gambar di bawah:
34. Pilih create new partition seperti pada langkah sebelumnya yang diperlihatkan pada gambar di bawah:
35. Saya memilih total FREE SPACE yang tersisa untuk digunakan (10GB) lalu klik continue seperti pada tampilan di bawah:
36. Pilih type primary seperti sebelumnya (lihat gambar di bawah):
37. Lalu pada partition setting, pada opsi use as (gunakan sebagai), saya pilih swap area dan beberapa opsi lainnya seperti pad agambar di bawah, kemudian pilih Done setting partition dan ENTER:
38. Kemudian saya memulai untuk memartisi hardisk ke dua (1TB RAID 10), untuk itu seperti yang terlihat di gambar saya memilih hardisk sdb:
39. Silakan bikin table partisi kosong yang baru dengan memilih opsi yes pada langkah berikutnya seperti pada gambar di bawah:
40. Lalu pilih bagian FREE SPACE 1TB pada sdb seperti gambar di bawah:
41. Kemudian pilih opsi create new partition seperti di bawah:
42. Lalu anda akan diminta untuk memasukkan seberapa besar alokasi hardisk yang akan anda gunakan pada tabel partisi anda yang baru, disini saya memilih memaksimalkan satu partisi tersebut, jadi saya isi 1TB seperti pada gambar di bawah:
43. Saya pilih type primary untuk partisi baru yang akan saya buat seperti tampak pada pilihan gambar di bawah:
44. Lalu pada bagian mount point saya pilih lalu ENTER seperti pada gambar di bawah:
45. Kemudian akan muncul opsi untuk mengubah mount point yang tadinya secara otomatis dipilih mount point /home, dari seluruh pilihan yang tampak pada gambar di bawah, saya pilih opsi manually seperti pada gambar:
46. Saya beri nama /data untuk mount point hardisk sdb 1TB tadi seperti pada tampilan di bawah:
47. Lalu anda akan di beri konfirmasi, bahwa mount point sudah berubah seperti yang anda masukkan manual tadi, jika sudah berubah, silakan pilih Done setting up the partition:
48. Anda akan diberikan tampilan konfirmasi, sebelum memasuki proses kopi file system ke hardisk, jika sudah benar, anda bisa klik Finish seperti pada opsi yang ditunjukkan pada gambar di bawah:
49. Anda akan diminta melakukan konfirmasi sekali lagi dimana CD instalasi akan melakukan pembuatan partisi, format filesystem dan penulisan instalasi di harddisk (sda, sdb):
50. Setelah selesai melakukan formating, anda diminta untuk memasukkan alamat Proxy Server yang akan anda gunakan, disini saya akan melewatinya saja dengan membiarkan kosong, lalu pilih opsi continue:
51. Kemudian anda akan diminta, apakah system akan menggunakan fasilitas update otomatis, saya memilih tidak (No automatic updates), walaupun nanti akan sedikit repot karena saya ingin memiliki kontrol penuh terhadap system Ubuntu server saya. 
52. Kemudian anda akan diminta software apa saja yang akan anda instalasi sekaligus setelah proses instalasi file system anda selesai, disini saya hanya memilih OpenSSH server saja supaya setelah selesai proses instalasi, saya bisa langsung melakukan konfigurasi dan install aplikasi-aplikasi yang saya butuhkan nantinya secara remote.
53. Langkah berikutnya setelah proses pemilihan aplikasi yang akan ikut diinstall, anda akan diminta menentukan lokasi instalasi GRUB apakah akan diinstall di lokasi default yaitu di Master Boot Record atau di lokasi lainnya, saya memilih di lokasi default seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah dengan memilih opsi yes:
54. Setelah instalasi GRUB selesai, berarti proses instalasi Ubuntu Server telah selesai, anda akan diminta melakukan restart untuk proses finalisasi seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah: